Kondisi Banjir, Pengusaha Logistik Terapkan Strategi Multimoda Transportasi

0
440
Ilustrasi Rangkaian Kereta Barang - tribunnews.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Kondisi banjir yang melanda sejumlah titik kota di Pulau Jawa, membuat para pebisnis harus mengatur strategi agar kondisi tersebut tidak mengikis pendapatan dan operasional usaha tetap bisa berjalan dengan baik.

Salah satu perusahaan yang terdampak dengan kondisi ini adalah perusahaan logistik. Kamadjaja Logistic misalnya, mereka lebih memilih menggunakan transportasi multi moda, meskipun nantinya akan ada peningkatan biaya operasional.

Untuk itu, Kamadjaja Logistic mengunakan kereta space atau gerbong kontainer dengan jurusan Jakarta – Surabaya – Jakarta. Menurutnya, transportasi ini jauh lebih baik. “Barang-barang kami turunkan di Semarang, Pekalongan, Cirebon untuk kemudian dipindahkan ke truk-truk CDE atau box ke penerima,” terang Ivan Kamadjaja, Chief Executive Officer PT Kamadjaja Logistic kepada KONTAN, Rabu (15/2).

Karena menerapkan multimoda, yakni kereta dan truk, ada kenaikan ongkos kirim 20%. Cost ini kemudian dibebankan kepada customer, karena barang yang harus terkirim. “Benefitnya berupa kepastian delivery, tapi lebih lama karena ada proses tambahan,” ungkapnya.

Pasalnya, menurut dia, customer berusaha keras agar barang yang dijual selalu ada di outlet-outlet. Mereka mencegah customer mencoba brand lain yang sejenis. “Katanya, takut cocok dan nyaman kemudian pindah lain hati,” terangnya.

Untuk produk rokok dan produk-produk tertentu, menurutnya, bisa menggunakan airfreight, kalau ada kendala dalam pengiriman. “Jadi banjir itu menyebabkan logistics cost naik,” tambahnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here