Kondisi Geografis Indonesia Tantangan Bagi Perusahaan Startup

0
444
Ilustrasi belanja online. (Doc: Inside Retail Asia)

Jakarta – (suaracargo.com)

Chief Technology Officer (CTO) KUDO, Sukan Makmuri mengemukakan, kondisi geografis Indonesia tidak hanya menjadi tantangan besar bagi pelaku industri logistik, tiapi juga startup atau perusahaan rintisan. Hal ini dikarenakan estimasi waktu pengiriman, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pelosok, sangat mempengaruhi keputusan mereka untuk berbelanja online.

“Pelaku pergudangan mikro dan makro Indonesia patut mempertimbangkan segi manajemen risiko di saat barang dikirimkan oleh mitra logistiknya, melakukan inspeksi tepat untuk mengantisipasi human error dan menghindari deduksi kualitas serta kuantitas barang yang terjadi selama pengiriman. Perusahaan juga harus transparan dalam menyampaikan status pengiriman barang kepada pelanggan dengan mempekerjakan tim customer service yang baik,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Kamis (19/1/2017).

Sementara itu, Head of Product KUDO, Roolin Njotosetiadi mengungkapkan, KUDO memahami dengan sangat baik kondisi lebih dari 300.000 agennya yang tinggal di pelosok daerah Indonesia. Karena itu, KUDO konsisten selalu melakukan penyempurnaan.

“Di antaranya adalah peningkatan kualitas fitur yang bertujuan agar aplikasi KUDO dapat tetap dibuka lewat telepon genggam beresolusi rendah, optimalisasi UX agar gambar produk dapat dilihat dengan jelas oleh mereka, dan tidak lupa pemberian komisi menarik yang terbukti justru membuat pelanggan para agen ingin pula belajar mempergunakan teknologi sebagai usaha dagang digitalnya,” terang Roolin, dalam sesi panel How Leading Retailers are Getting Gips with the Latest Economoy Growth.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here