Konsorsium Tiga Negara Siap Kembangkan Pelabuhan di Indonesia

0
249
Acara penandatanganan MoU Proyek Pembangunan Pelabuhan Indonesia oleh konsorsium dari tiga negara. (MI/Syarief/metrotvnews.com)
Acara penandatanganan MoU Proyek Pembangunan Pelabuhan Indonesia oleh konsorsium dari tiga negara. (MI/Syarief/metrotvnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Konsorsium yang terdiri dari perusahaan lokal dan asing telah dibentuk untuk meningkatkan fasilitas pelabuhan di Indonesia.

Sebagai negara yang wilayahnya terdiri dari ribuan pulau, negeri ini akan semakin membutuhkan pelabuhan yang efisien untuk mendukung pembangunan ekonomi regional. Pembangunan seperti itu yang kini menjadi tujuan utama dari pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam rilis yang dikeluarkan di Jakarta, Sabtu (14/2/2015), Nota Kesepahaman mengenai Proyek Pembangunan Pelabuhan Indonesia ditandatangani pada Jumat (13/2/2015) . Perusahaan yang terlibat adalah perusahaan swasta nasional PT Terminal Borneo Indonesia pemegang izin BUP (Badan Usaha Pelabuhan) diwakili oleh Liana Trisnawati sebagai Direktur Utama, perusahaan Malaysia BTN Power (M) Sdn Bhd dan raksasa konstruksi dari Tiongkok, China Machinery Engineering Corporation(CMEC), PetroChina South Energy Holdings Limited (PSEH) dan China Global Infrastructures Limited (CGI).

BTN Power dan mitra strategisnya CMEC memainkan peran strategis dalam menyatukan konsorsium ini dan dipimpin oleh direktur utama kelompok tersebut Dato Naziruddin Mohamed. BTN Power merupakan mitra sejumlah proyek skala besar di Indonesia

Sebagaimana dilansir dari metrotvnews.com, penandatanganan ini juga disaksikan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Kabupaten Bantaeng Ir H M Nurdin Abdullah.

Salah satu proyek yang akan dilaksanakan oleh konsorsium ini adalah pembangunan pelabuhan di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pembangunan itu akan dilakukan di lahan seluas 3,000 hektare untuk menjadi Kawasan Industri Terintegrasi termasuk pelabuhan di Bantaeng dan Batam dimana pembangunan dipercepat di sana.

Juga ditandatangani pada upacara itu Nota Kesepahaman untuk pembangunan Kondominium/Hotel di Makasar dan resor pulau Bantam. Dua proyek ini akan menjadi proyek pertama yang menggunakan teknik bangunan terkini dari Tiongkok Broad Sustainable Building (BSB) di Indonesia. Biaya Konstruksi akan didanai oleh CMEC dan pendanaan akhir oleh bank di Indonesia.

Di Makassar, Hotel dan Kondominium setinggi 25 lantai akan dibangun dan di Batam resor seluas 1,000 hektare akan dibangun di Pulau Gelang Baru.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY