Kota Sabang Akan Miliki Pelabuhan Penyeberangan Berstandar Internasional

0
42
Kapal pengangkut crane berjalan/Harbour Mobile Crane (HMC) yang akan dipasang di dermaga Pelabuhan Malahayati, tiba di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (20/6). SERAMBI/HERIANTO

Banda Aceh – (suaracargo.com)

Kota Sabang, pada tahun 2020 mendatang akan memiliki sebuah pelabuhan penyeberangan yang representatif berstandar internasional. Pasalnya, pada tahun ini akan dibangun di Pelabuhan di Balohan Sabang dengan pagu anggaran Rp 196,8 miliar.

“Selesai masa sanggah selama lima hari, kita langsung panggil perusahaan pemenang Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan Sabang, PT Cemerlang Samudera Kontrindo untuk melakukan penandatangan kontrak kerja yang telah direncanakan, 22 Mei 2018 mendatang,” ujar Deputi Tehnik Pengembangan dan Tata Ruang BPKS, Fauzi Umar kepada Serambinews.com, Kamis (17/5/2018) ketika dimintai penjelasannya kapan pembangunan Pelabuhan Penumpang Balohan dibangun.

Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan Sabang ini, kata Fauzi Umar, sudah pernah dilelang pada bulan Oktober 2017 tahun lalu, tapi gagal.

Kemudian dilelang pada April 2018 lalu, ada empat perusahaan yang masukkan penawaran pra qualifikasi (PQ), yaitu PT Cemerlang Samudera Kontrindo, PT Hutama Karya (HK), PT Pembangunan Perumahan (PP) dan PT Bangun Persada Jaya.

Dari empat perusahaan tersebut, setelah dilakukan penilaian pra kualifikasi oleh panitia lelang, satu perusahaan yaitu PT Bangun Karya Persada, belum memenuhi persyaratan, sehingga gagal.

Akibatnya, tinggal tiga perusahaan lagi, yaitu PT Cemerlang, PT HK dan PT PP. Dari tiga perusahaan yang lolos pra kualifikasi itu, panitia lelang kembali melakukan penilaian kembali, yang akhirnya menjatuhkan sebagai pemenangnya PT Cemerlang Samudera Kontrindo.

“Untuk pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan Sabang yang pagu anggarannya Rp 221 miliar itu, ditawar PT Cemerlang Samudera Kontrindo senilai Rp 196,8 miliar. Karena tawarannya dinilai rasional oleh panitia lelang, maka panitia menetapkannya sebagai pemenang dalam tender proyek tersebut,” ujar Fauzi Umar.

Adapun fasilitas yang akan dibangun di lokasi Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan Sabang itu, sebut Fauzi Umar, antara lain gedung utama terminal pelabuhan penumpang, ruang tunggu keberangkatan dan ruang tunggu kedatangan, cafeteria, VVIP, Kantor Bea Cukai, Kantor Perhubungan, ruang musalla, lapangan parkir, gedung pemadam kebakaran dan fasilitas lainnya dengan luas areal 5 hektare.

Hasilnya, akan membuat masyarakat yang datang ke Sabang melalaui Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan nanti merasa nyaman, aman, dan segar. Sistem kontrak pekerjaan proyek Pelabuhan Balohan itu, sebut Fauzi Umar, multi years atau lebih dari satu tahun dari Juni 2018 – Desember 2020.

Diharapkan pada akhir 2020 nanti, baru beroperasi. Karena itu, setelah masa sanggahnya pada hari Jumat (18/5/2018) nanti habis, pada Selasa, 22 Mei 2018, akan dipanggil Direktur PT Cemerlang Samudera Kontrindo, untuk melakukan teken kontrak pembangunannya.

Hal itu dimaksudkan, kata Fauzi Umar, agar pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang itu, pada bulan puasa ini bisa berjalan. Proyek ini sangat membantu masyarakat Sabang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan material bahan bangunannya dan buruh bangunan.

Proyek ini untuk mendukung memaksimalkan Kota Sabang sebagai destinasi atau tujuan wisata dan lokasi kegiatan even even nasional dan internasional yang dilaksanakan di Sabang.

Sempat terhenti

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRA, Sulaman Abda yang dimintai tanggapannya mengatakan, proses lelang dan tahapan pelaksanaan pembangunan proyek Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Balohan Sabang, segera dilakukan secepatnya.

Proyek ini harusnya sudah hadir di Balohan Sabang lima tahun lalu. Tapi kenapa terlambat? Hal itu disebabkan ada kaitannya dengan pelaksanaan pembangunan proyek-proyek dermaga di Free Port Sabang sebelumnya, banyak menimbulkan masalah dan dugaan tindak pidana korupsi.

Ia mencontohkan, pembangunan Dermaga CT 3 Sabang.

“Kita harapkan, dalam pelaksanaan tendernya kemarin itu, menggunakan azas hana fee sebagaimana yang telah menjadi komitmennya Irwandi Yusuf,” ujar Sulaiman Abda, seperti dilansir aceh.tribunnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here