Krisis Ekonomi Yunani tidak Pengaruhi Produktivitas Pelabuhan Tanjung Perak

0
275
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Surabaya – (suaracargo.com)

Krisis ekonomi, yang terjadi saat ini di Yunani, sangat berpengaruh terhadap penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Namun, krisis tersebut tidak secara signifikan mempengaruhi produktivitas Pelabuhan Tanjung Perak yang meliputi 4 (empat) Terminal yakni Terminal Jamrud, Terminal Mirah, Terminal Nilam dan Terminal Kalimas.

Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan produktivitas di Pelabuhan Tanjung Perak mulai dari arus barang di semester I tahun 2015 sebesar 591.693 m3 meningkat hingga 9% dibanding tahun 2014 dengan masa yang sama yakni 542.149 m3, meski dalam satuan ton hanya naik 1% yakni 6.016.664 ton di tahun 2015 dan 5.957.574 ton di tahun 2014.

Sedangkan arus kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada periode Januari sampai dengan Juni 2015 sebanyak 6.645 unit turun 2% dari tahun lalu di enam bulan pertama yakni sebanyak 6.795 unit, tetapi meningkat 2,7% apabila dihitung dari berat kapal yakni 37.428.727 ton di tahun 2015 dan tahun 2014 tercatat 36.437.432 ton.

Tercatat pula, untuk General Cargo tahun 2015 meningkat 18% dibanding tahun 2014 yakni 2.226.487 Ton/M3 di semester I tahun 2015 dan 1.882.322 Ton/M3 di tahun 2014 pada periode yang sama. Begitu juga untuk curah kering mengalami peningkatan sebanyak 5%, pada tahun 2015 tercatat 2.655.493 ton di Januari hingga Juni 2015 sedangkan Januari hingga Juni 2014 tercatat 2.528.916 ton.

Arus Petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak (Jamrud, Nilam, Mirah) semester I tahun 2015 tercatat 291.682 Teus atau setara dengan 269.355 Box meningkat 3,9% dibanding tahun 2014 semester I yakni 280.732 Teus setara dengan 260.771 Box.

Menurut Kahumas Pelindo III Tanjung Perak, Dhany R. Agustian, pada masa perekonomian yang sedang lesu ini memang terjadi penurunan di beberapa segmen usaha kepelabuhanan atau minimal stagnan. “namun kami tetap optimis hal ini bisa kami lampaui target RKAP 2015 dengan mengoptimalkan peralatan penunjang operasional yang ada ditambah dengan SDM yang handal setelah melalui berbagai pelatihan yang diterima” kata Dhany seperti dilansir maritimmedia.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here