Kuala Tanjung Akan Jadi Pelabuhan Terbesar di Selat Malaka

0
403

Jakarta – (suaracargo.com)

Salah satu dari 24 pelabuhan yang akan dibangun atau diperbaiki terkait proyek ‘Tol Laut’ adalah Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara. Pelabuhan ini tak hanya dibangun sebagai salah satu dari 5 pelabuhan laut dalam (deep sea port) yang merupakan bagian dari 24 pelabuhan tol laut, namun juga akan menjadi pelabuhan terbesar di Selat Malaka.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Selain pelabuhan, juga akan dibangun pembangkit listrik Asahan III, jaringan kereta api dari Sei Mangkei-Medan, dan jalan tol. “Itu adalah pelabuhan terbesar di Selat Malaka,” kata Indroyono Soesilo di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/2).

Ia juga mengatakan, ada 5 pelabuhan laut dalam yagn akan dibangun atau diperbaiki, yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak, Sorong, dan Makasaar. Pelabuhan Kuala Tanjung ditargetkan selesai pada 2018 dengan kapasitas awal 400.000 TEUs (Twenty Foot Equivalent Unit) per tahun, namun akan ditingkatkan sampai 20 juta TEUs.

“Kami sedang mendorong kalau bisa ada galangan kapal, karena itu belum masuk di sana. Kalau galangan kapal masuk di sana akan melayani kapal-kapal besar yang melalui Selat Malaka dan akan bersaing dengan Singapura,” katanya, sebagaimana dilansir medanbisnisdaily.com.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung dilakukan oleh Pelindo I bekerjasama Port of Rotterdam International dari Belanda. Port Rorterdam adalah pelabuhan terbesar di Uni Eropa. “Jadi kita bersama mereka mendesain, merancang pembangunan Kuala Tanjung,” katanya

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menggandeng 2 perusahaan asal Belanda untuk mengembangkan pelabuhan di Sumatera Utara. Kerja sama itu mencakup manajemen pelabuhan dan pengerukan alur pelayaran.

Perjanjian kerja sama Pelindo I dengan Port of Rotterdam International berkenaan dengan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara. Sedangkan dengan Van Ord Dredging and Marine Contractors BV, Pelindo I membuat kesepakatan untuk membentuk perusahaan patungan.(dtf)

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here