Kunjungan Kapal ke Pelabuhan Tanjung Perak Terus Mengalami Peningkatan

0
505
Kapal-kapal besar banyak tarnsit di Pelabuhan Tanjung Perak (foto: Angga)
Kapal-kapal besar banyak tarnsit di Pelabuhan Tanjung Perak (foto: Angga)

Surabaya – (suaracargo.com)

Pelabuhan Tanjung Perak ternyata mempunyai daya tarik tersendiri. Daya tarik itu bisa dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan kapal, entah itu dari dalam maupun luar negeri.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, kapal berbendera Indonesia mendominasi kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Perak dengan capaian 54% atau 2805 unit dengan berat 9,4 juta GT (gross tonnage). Sedangkan kapal berbendera asing tercatat hanya 466 unit setara dengan 8 juta GT.

Namun jika diteliti dengan seksama, kenaikan kunjungan kapal ini lebih banyak disebabkan oleh kedatangan kapal-kapal yang hendak menuju ke Indonesia Timur. Hal itu disebabkan karena selama ini Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pintu masuk perdagangan ke wilayah Indonesia Timur.

Kepala Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Dhany R Agustian, menjelaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak terletak di posisi yang sangat strategis. “Banyak feeder internasional maupun domestik yang melakukan transhipment di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya,” ungkapnya, Rabu (15/10/2014) sebagaimana dilansir lenasaindonesia.com.

Dhany juga mengungkapkan bahwa jenis kapal yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang kuartal ketiga tahun ini masih didominasi kapal peti kemas. “Berdasar jenis kapal, peti kemas masih mendominasi. Jumlahnya 3419 unit dengan berat mencapai 27,3 juta GT. Disusul 1883 kapal General Cargo dengan berat yang mencapai 6,8 juta GT,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak pada triwulan III-2014 ini mengalami peningkatan sekitar 0,6 persen.

PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak menyatakan, hingga September 2014, arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak tercatat naik 170 unit, sedangkan satuan bobot tercapai 55,4 juta gross tonnage (GT).

Selain itu, Dhany juga menjelaskan, bahwa kunjungan kapal penumpang hingga triwulan ketiga tercatat 988 unit setara dengan 7,4 juta GT. Kapal non peti kemas antara lain break bulk, tongkang, dan jenis kapal lainnya dikisaran 200-700 unit atau setara dengan 1,8 juta GT.

“Ukuran kapal di Pelabuhan Tanjung Perak mengalami banyak perubahan, yakni kapal semakin besar meski jumlahnya akan menurun. Dengan demikian, muatannya semakin besar seiring dengan revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS),” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY