Kurangi Beban dan Dwelling Time di Tanjung Priok, Pemkot Cilegon Akan Bangun Pelabuhan Baru

0
508
Petugas dibantu alat berat memindahan kontainer dari kapal ke atas truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/5). JIBI/Bisnis

Jakarta – (suaracargo.com)

Guna mengurangi beban dan dwelling time atau waktu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Pemerintah Kota Cilegon akan membangun pelabuhan dan sarana serta prasarana penunjangnya. Pelabuhan itu direncanakan diberi nama Cilegon Mandiri Bosowa Warnasari.

“Untuk mempercepat aktivitas bisnis di Banten. Pasti akan mengurangi beban di Tanjung Priok. Karena Pak Jokowi juga kan memfokuskan pembangunan maritim,” kata Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 4 Mei 2017.

Pelabuhan hasil patungan antara Pemkot Cilegon dan PT Bosowa Bandar Indonesia, anak perusahaan dari PT Bosowa Corporindo itu akan berdiri di lahan seluas 10 hektare. Pelabuhan yang akan menelan biaya Rp2 triliun itu kini tengah diurus izinnya di Kementerian Perhubungan.

Pelabuhan Cilegon Mandiri Bosowa Warnasari akan dijadikan pelabuhan curah kering seperti bahan makanan dan curah basah seperti bahan kimia.

“Karena pelabuhan utama, bukan pelabuhan pengumpul. Bongkar muat, pergudangan, item-itemnya banyak. Curah kering itu untuk kepentingan semacam makanan. Kalau cair itu kan ada kimia dan lainnya,” tuturnya, seperti dilansir VIVA.co.id.

Perlu diketahui bahwa Kota Cilegon kini sudah memiliki empat pelabuhan, yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan Indonesia (Pelindo), dan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here