Lapangan Penumpukan Peti Kemas Waingapu Dikhawatirkan Rusak

0
553
Kondisi dermaga di Pelabuhan Waingapu yang ambruk (Pos Kupang / John Taena)

Waingapu – (suaracargo.com)

“Kita khawatir kalau tidak ditangani secepatnya bisa jebol semua. Di dalam ada lubang dan sudah hall semua,” kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, saat meninjau lokasi pelabuhan Waingapu, Jumat (3/2/2017).

Ambruknya proyek multy years senilai kurang lebih Rp 194 miliar, yang bersumber dari APBN 2011 hingga 2015 di daerah itu, kata Gidion, diduga akibat faktor alam. Hujan yang terus mengguyur wilayah setempat selama beberapa hari terakhir, menyebabkan angin kencang dan gelombang.

“Bisa jadi juga akibat gelombang. Inikan kita bisa lihat sudah ada lubang di dalam. Nanti kita buat laporan tertulis ke pusat,” katanya.
Laporan ke pemerintah pusat itu, lanjutnya, bertujuan untuk segera mendapat perhatian. Pasalnya jika dibiarkan terus menerus akan berpotensi dan menimbulkan kerusakan lebih parah. Hal ini yang dikhawatirkan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.

“Pelindo yang punya kewengan di sini. Kita akan menyurati Menteri Perhubungan, karena yang lalu tanggal 7/12/2016, beliau masih ke sini,” jelas Gidion.

Berdasarkan hasil tinjauan, jelasnya, ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa ada kerusakan parah pada lapangan penumpukan peti kemas di pelabuhan setempat. Selain faktor alam, kerusakan juga diduga terjadi akibat tidak adanya pemecah gelombang.

Akibatnya, proyek senilai miliaran rupiah, yang baru selesai dikerjakan tahun 2015 silam, sudah ambruk. “Bisa jadi juga karena tidak ada pemecah gelombang makanya cepat rusak. Kita harap segera diperhatikan,” katanya, seperti dilansir Pos Kupang (kupang.tribunnews.com)

Bupati Gidion menambahkan, lapangan penampungan peti kemas di pelabuhan setempat adalah proyek APBN. Namun, pihak pemkab setempat bertanggung jawab untuk menjaga salah satu aset negara di daerah itu.

“Inikan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di daerah kita, kan begitu. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga aset yang ada. Kita harapkan ada tindakan cepat dari kementerian perhubungan,” kata Gidion.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here