Lembaga Sertifikasi Profesi Logistik Indonesia Kembali Laksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja bidang Logistik Madya 1

0
441
ilustrasi bongkar muat barang dengan peralatan modern (kaltim.prokal.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Lembaga Sertifikasi Profesi Logistik Indonesia yang dibentuk oleh Asosiasi Logistik Indonesia kembali melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja bidang Logistik Madya 1 bagi para pekerja di sektor logistik.

Ketua Umum Asosisiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menyatakan, pihaknya membuka jadwal baru pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja bidang logistik tahun ini melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Logistik Indonesia (LSP Logistik Indonesia).

“Iya, memang kami sedang membuka sertifikasi batch I tahun ini,” tutur Zaldy kepada Bisnis.com, Jumat (15/4/2016).

Zaldy menjelaskan, pendaftar sertifikasi bisa perseorangan atau orang yang menjadi perwakilan dari perusahaan yang mendaftarkan.

LSP Logistik Indonesia ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, selaku instansi Pembina Sektor, serta sejumlah pelaku industri seperti PT Bhanda Ghara Reksa, PT Rajawali Hiyoto, Agility Logistics, Sumisho Global Logistics, dan Cardig Logistics.

LSP Logistik Indonesia berencana melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja bidang Logistik dengan jadwal pada; gelombang I pada 18 April 2016 s.d. 10 Mei 2016, gelombang II pada 1 Juni 2016 s.d. 5 Juli 2016, dan gelombang III pada 1 Agustus 2016 s.d. 10 September 2016.

Rencananya, pelaksanaan asesmen gelombang I diadakan di Jakarta pada 21 Mei 2016 dan 18 Juni 2016, Bandung pada 28 Mei 2016, Surabaya pada 4 Juni 2016, dan Semarang pada 11 Juni 2016.

Sertifikasi Kompetensi Kerja LSP Logistik Indonesia saat ini didasarkan pada Skema Sertifikasi Logistik Madya.

Adapun unit kompetensi yang diujikan adalah sebagai berikut:

– melaporkan rekapitulasi hasil stocktaking cycle count,
– mengatur pergerakan barang di gudang,
– mengeluarkan barang dari gudang,
– melaksanakan pemberangkatan barang atau penarikan barang,
– mengatur kendaraan di area gudang,
– mengelola dokumen bukti pengiriman/penolakan/retur,
– mengontrol persediaan yang tidak memenuhi standar kualitas.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here