Lima Investor Asing Siap Kembangkan Pelabuhan Kuala Namu

0
426
Buruh melakukan pengerjaan pembangunan Terminal Kalibaru atau yang disebut Terminal New Priok di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, Rabu (20/08/2014) - Warta Kota / Angga Bhagya Nugraha
Buruh melakukan pengerjaan pembangunan Terminal Kalibaru atau yang disebut Terminal New Priok di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, Rabu (20/08/2014) – Warta Kota / Angga Bhagya Nugraha

Jakarta – (suaracargo.com)

Lima investor asing mulai mendekati PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) dalam rangka menjalin kerjasama pengembangan dan pengoperasian Pelabuhan Kuala Namu, Medan, sebagai hub port di Selat Malaka. Presiden Direktur Bambang Eka Cahyana mengatakan, sejumlah investor tersebut adalah Port of Tianjin, China Harbour, China Communication Construction Company (CCCC), Port of Rotterdam, dan Marubeni Corporation.

“Kuala Tanjung itu banyak yang berminat, dari Port of Tianjin, China Harbour, dan CCCC juga berminat untuk ikut, belum lagi Port of Rotterdam,” ujar Bambang setelah rapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (27/5).

Dia juga menjelaskan yang membuat pihak asing tertarik adalah posisi startegis Kuala Tanjung di Selat Malaka yang dinilai prospektif kedepannya. Selain itu, Pelabuhan Kuala Tanjung dari sisi hinterland posisi ekonominya juga cukup bagus, terutama dengan potensi CPO (crude palm oil) sebanyak 20 juta ton dari seluruh Pulau Sumatra.

Menurut Bambang, 20 juta ton CPO itu bisa diolah menjadi 24 produk turunan CPO. “Itu berapa juta TEUs. Itu yang menarik investor asing untuk masuk,” tegasnya, seperti dilansir bisnis.com. Namun, pada kenyataannya, peminat asing belum memberikan komitmen tertulis yang memiliki nilai investasinya. Meskipun demikian, kata Bambang, tawaran melalui lisan dan tulisan sudah diterima Pelindo I termasuk surat dari Port of Tianjin.

Direktur Utama Pelindo I mengatakan Port of Rotterdam berkeinginan untuk masuk di kawasan industri dan pengelolaan pelabuhan. Dia menambahkan pihak Belanda ini ingin menjadi operator, mengingat pengalamannya mengembangkan Pelabuhan di Rotterdam dan Oman.

Sementara itu, CCCC dan Marubeni berencana mengucurkan investasi di kawasan industri. Lebih spesfik, China Harbour menyatakan minatnya menjadi operator peti kemasnya. Port of Tianjin, hampir sama dengan operator pelabuhan asal Belanda, menyasar kerjasama sebagai pengembang kawasan. Untuk memilih mitra startegis ini, Pelindo I akan melihat berapa nilai yang dapat dihadirkan oleh meraka.

Sebagai contoh, ujar Bambang, kepemilikan kawasan industri akan diatur melalui skema konsorsium BUMN. Setelah dikembangkan, Pelindo I akan mencari mitra strategisnya berdasarkan seberapa banyak kemampuan mereka membawa tenan ke kawasan ini. “Makin banyak meraka bawa tenant itu yang kita pilih,” katanya. Konsep ini juga akan diterapakan perusahaan pelat merah ini dalam mengembangkan terminal peti kemasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here