Logistik Macet, Bendera Logistik Filipina Berkibar di Pulau Terpencil di Indonesia

0
195
Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkan, tingginya ongkos logistik di Tanah Air sempat membuat bendera Filipina berkibar di pulau terpencil di utara Sulawesi. Grafis/Istimewa (ekbis.sindonews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, ongkos logistik di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan, tingginya ongkos logistik di Tanah Air sempat membuat bendera Filipina berkibar di pulau terpencil di utara Sulawesi.

Dia menyebutkan, daerah tersebut hanya berjarak 30 kilometer (km) dari Filipina dan 400 kilometer (km) dari Manado. Saat ini, di daerah tersebut baru ada landasan pacu (runway) sepanjang 1.400 km. Sementara, untuk bisa mendaratkan pesawat Hercules dibutuhkan runway sepanjang 1.600 km.

Sayangnya, Menhub tak mengungkapkan secara gamblang nama pulau terpencil yang dimaksud tersebut. “Saya pernah ngetes di sana masih Indonesia enggak. Saya minta nyanyikan lagu Indonesia Raya. Ternyata mereka fasih menyanyikannya jadi pada saat mereka nyanyi itu kita merinding. Dan itu pernah, bendera Filipina berkibar di sana, pada saat logistik tidak mendarat ke sana,” katanya dalam Forum Diskusi Publik Sektor Transportasi di Jakarta, Senin (10/10/2016).

posko-garut

Buruknya infrastruktur logistik di Indonesia tidak hanya terjadi di wilayah tersebut. Mantan Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan, di Kabupaten Centani, Jayapura infrastruktur penunjang logistiknya juga masih sangat buruk.

Betapa tidak, landasan pacu di daerah tersebut hanya memiliki panjang sekitar 600 meter. Padahal, penduduk di Centani mengharapkan logistik dari Ibu Kota. Sebab itu, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk memperpanjang runway agar setidaknya ada pesawat bisa mendarat di wilayah tersebut.

“Saya memberanikan diri kesana, yang katanya enggak bisa diperpanjang (landasan pacunya) tapi kita putuskan untuk diperpanjang,” imbuhnya.

Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan program tol laut yang diusung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kall (Jokowi-JK). Pemerintah berkeinginan agar barang kebutuhan pokok dapat mendarat di daerah terpencil, khususnya di Timur Indonesia.

“Kita rasakan bagaimana saudara kita yang di sana itu belum mendapatkan suatu pelayanan yang baik. Dan katanya saya menteri pertama yang kesitu, saya enggak tahu. Kita memang ingin sekali membangun konektivitas untuk transportasi, karena kita tidak ingin ekonomi kita jalan stag,” tandas Budi, seperti dilansir sindonews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY