LPBINU Adakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur

0
412
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan di Jawa Timur (nu.or.id)

Surabaya – (suaracargo.com)

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan tingkat Jawa Timur. Pembukaan dilaksanakan di Kantor PWNU Jawa Timur, sedangkan pelatihannya sendiri dilaksanakan di Wisma Sejahtera Surabaya. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara PP LPBINU dengan KUEHNE Foundation, HELP Logistics.

Hadir saat pembukaan kegiatan yang berlangsung pada 11-13 April 2017 itu, Temmy Tanubrata (Help Logistics, KUEHNE Foundation), Yulistianto, H Imron Rosyadi (PP LPBINU) dan Saiful Amin (Ketua PW LPBINU Jawa Timur. Kegiatan Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan dibuka oleh H M Qoderi (PWNU Jawa Timur).

Penanggulangan bencana dan penyelamatan korban bencana merupakan bagian dari ibadah dan pengejawantahan dari al-maqashid asy-syari’ah khususnya hifdz an–nafs, pelaksanaan penanggulangan bencana membutuhan koordinasi antar berbagai pihak.

Koordinasi tanggap darurat yang terstruktur, diperlukan agarpenanganan tanggap darurat bencana dapat berjalan dengan baik. Adanya penunjukan tugas dan kewajiban di masing-masing pihak, sehingga ketika ada risiko dalam tanggap darurat pihak tersebut yang menjadi penanggungjawab.

Pemberian bantuan adalah hal yang sangat penting dan harus segera dilakukan karena hal ini menyangkut kebutuhan hidup manusia. Oleh karenanya, sistem yang baik akan membuat bantuan terbagikan secara merata dan tidak berlebihan. Jadi, barang bantuan yang diberikan tidak boleh kurang dan tidak boleh berlebihan.

BPBD Jawa Timur merupakan koordinator yang diharapkan mampu mengolah data dan membangun pola komunikasi dengan banyaknya lembaga penanggulangan bencana yang ada di tiap daerah. LPBINU menegaskan pentingnya memasukkan isu gender dalam penanggulangan bencana. Karena pengarusutamaan gender dalam bencana menjelaskan bahwa kejadian bencana yang sama akan memberi dampak risiko yang berbeda bagi para korban.Dengan isu gender didapat data terpilah bahwa kebutuhan antara perempuan dewasa, laki-laki dewasa, anak perempuan, anak laki-laki, ibu hamil/nifas, ibu menyusui, lansia dan penyandang disabilitas memiliki kebutuhan bantuan yang berbeda.

Peserta Pelatihan Manajemen Logistik Kemanusiaan adalah perwakilan Pengurus Cabang LPBINU se-Jawa Timur dengan jumlah 25 orang, yang terdiri dari 18 Ketua Cabang dan 8 orang perwakilan PW LPBINU. Mereka adalah representasi dari warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur yang dilatih untuk memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang logistik bencana, sistem analisa kebutuhan bencana, sistem pengadaan, manajemen gudang serta sistem transportasi saat bencana.

Peserta pelatihan juga diajak studi lapangan langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Disana peserta melihat langsung proses pergerakan barang yang dikelola oleh Pelindo III di Gudang Jamrud. Dalam konteks bencana jika ada barang bantuan untuk disalurkan kepada korban bencana dan barang bantuan tersebut harus melibatkan salah satu perusahaan yang ada di Tanjung Perak, maka harus menunggu instruksi Presiden dengan catatan prosedur yang ada di Tanjung Perak tetap berjalan. Karena Pelabuhan Tanjung Perak merupakan pelabuhan Internasional yang mengedepankan SOP bagi masing-masing perusahaan dalam maupun luar negeri.

Manajemen logistik kemanusiaan menjadi ikhtiar PP LPBINU dibawah kepemimpinan M. Ali Yusuf untuk terlibat secara lebih luas, terstruktur, efektif dan berdaya guna dalam kegiatan tanggap darurat bencana. LPBINU merupakan lembaga dalam tubuh Nahdlatul Ulama yang secara khusus mendapat mandat untuk menangani persoalan pendidikan dan pelatihan,penanggulangan bencana baik pra bencana, saat maupun paska bencana.

Sumber: nu.or.id
editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here