Macet di Tol Cikarang Hambat Distribusi Barang

0
193
Kemacetan panjang terjadi di ruas tol Cikampek di pintu tol Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12). Kepadatan kendaraan terjadi mulai dari Cawang hingga Cikampek dan berimbas pada ruas tol lingkar luar selatan dan tol dalam kota Jakarta. Petugas kepolisian memberlakukan kontra flow dari gerbang Cikarang Utama hingga Cikampek. Peningkatan volume kendaraan terjadi sejak Rabu (23/12) malam oleh warga yang memanfatkan libur panjang, Maulid Nabi Muhammad, Hari Natal dan tahun baru. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 24-12-2015

Jakarta – (suaracargo.com)

Kemacetan di Tol Cikampek yang terjadi sejak Rabu (23/12) hingga Jumat (25/12) dini hari menghambat distribusi logistik. Truk logistik mengalami keterlambatan untuk pengantaran barang. Sejumlah pengendara mobil pribadi pun akhirnya memutuskan kembali pulang dan tidak meneruskan perjalanan. Namun, Jumat (25/12), seluruh ruas tol Jakarta menuju luar kota kembali lancar.

Mutrofin (28), salah satu sopir truk, menepi di bahu jalan tol untuk istirahat. Dia mengaku berangkat dari Serang, Banten, menuju Surabaya sejak Kamis (24/12) pukul 04.00. Namun, truk yang dikemudikannya baru sampai Km 21 Tol Cikampek, sekitar 100 kilometer dari Serang, setelah 22 jam kemudian. Truk bermuatan kertas yang dikemudikan Mutrofin itu sudah dua kali ditepikan di bahu jalan dalam perjalanan akibat macet parah. Perjalanan Serang-Surabaya yang biasanya ditempuh dalam tiga hari kali ini harus ditempuh selama lima hari. “Gara-gara macet, saya jadi rugi banyak waktu,” keluhnya, seperti dilansir republika.co.id.

Akibat kemacetan parah yang terjadi di Jalan Tol Jakarta- Cikampek sejak Rabu hingga Jumat dini hari, sejumlah pengguna jalan tol kelelahan. Sebagian pengunna jalan ada yang beralih menggunakan jalur alternatif dan ada pula yang memilih untuk membatalkan perjalanan.

Doni (33) menuturkan, ia istirahat di bahu jalan tol karena pegal setelah terjebak sekitar tiga jam di Tol Cikampek. Doni masuk lewat Gerbang Tol Tebet pada Kamis pukul 21.30 dan baru tiba di Km 6 hari Jumat pukul 00.30. Dia beserta istri sedang dalam perjalanan dari Lampung menuju Bandung untuk mengunjungi orangtuanya. Mereka tetap melanjutkan perjalanan karena sudah terlanjur masuk jalan tol.

Berbeda dengan Doni, Resa (19) memutuskan untuk menghindari kemacetan dengan melewati jalur alternatif melalui Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur. Namun, karena jalan alternatif juga macet sepanjang 6 kilometer, dia memutuskan untuk membatalkan perjalanan ke Bandung dan kembali ke Cilegon. Kemacetan semakin bertambah karena banyak truk yang berhenti di bahu jalan tol, keluhnya.

Mulai terurai

Kemacetan parah yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai terurai pada Jumat dini hari. Seperti terpantau di ruas Cikarang, kendaraan mulai dapat melintas dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam. Kemacetan di Km 12 arah Bekasi Timur mulai terurai, begitu pula di Km 21 arah Tambun. Kendaraan sudah bisa melaju dengan kecepatan 50-70 kilometer per jam.

Heryanto Arbi, petugas Pos Pengamanan Operasi Lilin Jaya 2015 Bekasi, mengatakan, perjalanan akan kembali lancar dengan kecepatan berkisar 60 kilometer per jam. Namun, kemacetan diperkirakan akan kembali muncul saat arus balik pada 1-2 Januari 2016.

Kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek menyisakan sampah di sepanjang bahu jalan. Sampah plastik makanan dan botol minuman banyak ditinggalkan oleh pengguna jalan tol yang menepi untuk beristirahat.

Semakin siang, seluruh ruas tol Jakarta menuju luar kota makin lancar. Tak lagi tampak kemacetan parah seperti yang terjadi selama Rabu hingga Kamis. Di ruas Jatiwaringin, Bekasi, kendaraan dapat melaju dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam. Tidak terlihat lagi penumpukan kendaraan seperti terjadi kemarin. Kendaraan tetap didominasi mobil pribadi, bus antarkota antarprovinsi, dan truk.

Menurut Harun (42), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum DKI Jakarta, yang tiap hari bertugas di Gerbang Tol Jatiwaringin, kemacetan sudah tidak terlihat sejak semalam. Hal senada dikatakan petugas tol Utik Suprianto (41).

Di Gerbang Tol Bintara, Bekasi, arus lalu lintas juga sudah lancar. Pada dua gerbang tol, hanya telihat dua hingga tiga kendaraan yang mengantre. Sementara di jalur gerbang tol otomatis tidak ada antrean kendaraan.

Arus kendaraan di tol dalam kota untuk ruas Cawang-Tanjung Priok-Pluit juga lancar. Tidak terdapat antrean kendaraan. Sejak Kamis pukul 21.00, kemacetan di ruas jalan tol dalam kota berangsur berkurang.

Menurut informasi dari Petugas Sentra Komunikasi Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), Ganggas, lalu lintas tol perjalanan dalam kota sejak Jumat pagi terpantau lancar dengan rata-rata kecepatan kendaraan 60 kilometer per jam.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY