Maersk Line Indonesia Akan Uji Pelabuhan Teluk Lamong

0
606
ilustrasi Pelabuhan Teluk Lamong (atrya.co.id)
ilustrasi Pelabuhan Teluk Lamong (atrya.co.id)

Jakarta – (suaracargo.com)

Perusahaan pelayaran peti kemas, Maersk Line Indonesia akan segera bersandar di pelabuhan ramah lingkungan (green port) pertama di Indonesia, Terminal Teluk Lamong di Surabaya. Namun, sebelumnya perusahaan akan terlebih dahulu akan meninjau operasional di Terminal Teluk Lamong.

“Kita kaji operasionalnya dulu. Itu kan terminal baru, kita harus kaji akses seberapa dalam (laut), akses masuk terminalnya seperti apa. Tapi kita lihat sangat positif dengan telah diperdalam untuk akses teluk Surabaya,” ujar General Manager Trade and Marketing Maersk Line Indonesia Muhammad Sofyan saat ditemui di Batavia Marina Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (28/5/2015).

“Tapi kalau aksesnya cuma sembilan meter kan percuma kita enggak bisa masuk juga. Jadi, kami masih tunggu syahbandar dari sana untuk info seberapa dalam (laut) terminalnya,” sambung Sofyan. Dia juga menerangkan, dengan adanya Terminal Teluk Lamong ini, biaya logistik di Indonesia bisa ditekan, terutama bagi perusahaan Maersk Line Indonesia maupun perusahaan shipping line yang ada di Indonesia.

“Kita harapkan lebih produktif bagi kami (perusahaan) shipping line, semakin efisien semakin rendah biayanya. Sehingga kami mencari pelabuhan yang tentunya bisa produktif,” jelas dia. Produktif yang dimaksudkan Sofyan adalah berapa banyak pergerakan (move) kontainer yang dapat ditangani oleh suatu pelabuhan dalam jangka waktu satu jam. “Produktif dilihat dari berapa sih move container yang mereka handle dalam satu jam misalkan, itu salah satu ukuran produktivitas dari terminal kontainer,” terangnya, seperti dilansir okezone.com.

Sekadar informasi, Terminal Teluk Lamong yang didirikan di Surabaya, Jawa Timur merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Terminal Teluk Lamong merupakan terminal pertama di Indonesia yang mengusung konsep ramah lingkungan (green port). Pelabuhan ini telah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Mei 2015 lalu.

Terminal Teluk Lamong sendiri dirancang sebagai terminal peti kemas dengan konsep teknologi yang canggih. Dalam memindahkan peti kemas, tidak lagi menggunakan Rubber Tyred Gantry (RTG) seperti yang diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, melainkan alat bernama Automatic Stacking Crane (ASC) yang terhubung dengan Terminal Operating System (TOS), sehingga akan memudahkan identifikasi status dan informasi isi peti kemas.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here