Mahalnya Biaya Logistik Hambat Ekspor Tekstil

0
431
Proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta (tribunnews.com / Hendra Gunawan)

Ekspor tekstil pada tahun 2015 kemarin mengalami penurunan sekitar 3%. Selain Bea Masuk yang tinggi, biaya logistik yang mahal juga menjadi kendalanya.

Dewan Pembina Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno mengatakan, tingginya biaya logistik termasuk salah satu kendala ekspor tekstil saat ini. Dia menilai sudah banyak negara tetangga yang berhasil menurunkan biaya logistiknya, namun Indonesia belum mampu.

”Kita baru bicara logistik kan setelah paket kebijakan keluar, tapi di lapangan belum turun,” ucap Benny, Kamis (18/2).

Benny menjelaskan, khususnya angkutan laut, biaya seperti perkapalan pelabuhan seharusnya sudah bisa turun. Tetapi pada praktiknya, di lapangan biaya logistik belum juga turun. Makanya dia berharap agar penurunan biaya logistik bisa cepat terlaksana agar bisa bersaing dengan negara lain.

Benny menambahkan API sendiri sudah mengestimasi bahwa perdagangan bebas dengan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Trans-Pacific Partnership (TPP) akan mendorong ekspor tekstil Indonesia. Karena keuntungan yang didapat bisa mengurangi Bea Masuk dan hambatan perdagangan lainnya.

“Saat ini Bea Masuk kita 6-12 % ke Eropa, 11-30 % ke Amerika, tentu menaikkan harga jual kita,” katanya, seperti dilansir industri.kontan.co.id.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here