Malaysia Bangun Pelabuhan Raksasa Senilai 600 Triliun

0
626
Melaka Gateway, megaproyek China-Malaysia

Jakarta – (suaracargo.com)

Kerajaan Malaysia terus mewujudkan ambisinya sebagai negara maritim terkuat di Asia. Proyek raksasa Melaka Gateway yang sudah dibangun dan akan siap tahun 2019 nanti bakal dilengkapi dengan sebuah pelabuhan raksasa di Pulau Carey.

Tak tanggung-tanggung, pelabuhan ini diperkirakan akan memakan anggaran mencapai 200 miliar ringgit atau sekitar Rp 600 triliun. Nantinya, pelabuhan ini akan menjadi yang pelabuhan terbesar di Asia, seluas 100 kilometer persegi atau dua kali luas ibukota Malaysia, Putrajaya,

Pelabuhan ini, selain sebagai transhipment, juga akan dikombinasikan dengan dua pelabuhan yang sudah ada, Westport dan Northport, serta dilengkapu dengan kawasan industri. Pelabuhan ini melengkapi pembangunan lima pulau yang dibangun dalam Melaka Gateway, termasuk reklamasi dua pulau besarnya di Melaka.

Sebagaimana dilansir tribunnews.com, menurut Tan Sri Kong Cho Ha, Kepala Port Klang Authority (PKA) dan Malacca Port Authority, proyek ini terdiri dari pengembangan pelabuhan terpadu dan infrastruktur terkait, taman industri dan zona perdagangan bebas, komersial dan bangunan tempat tinggal.

Setelah tiga tahapan pembangunan selesai, total nilai pembangunan bisa melebihi RM 1 triliun.

“Seluruh Port Klang sangat padat sekarang, dan port yang mencapai kapasitas maksimum. Jadi kita perlu membangun pelabuhan laut dalam lain dan mengembangkan yang lebih besar lagi untuk memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan kami,” kata Kong dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Star, Senin (9/1/2017).

Pelabuhan raksasa ini memang tidak main-main karena memiliki kapasitas 30 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit yang) kargo kontainer per tahun.

Pelabuhan baru ini menjadi ancaman terbesar Singapura yang saat ini masih menjadi raja transhipment di Asia.

Tahun lalu, Port Klang menjadi pelabuhan kontainer 12 tersibuk di dunia, menangani 13,2 juta TEUs, naik 10,8 persen dibanding tahun 2015. Kapasitas maksimum adalah 16 juta.

Sebagai perbandingan, Pelabuhan Singapura menangani 30,9 juta TEUs pada 2015.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here