Manajemen JICT Diminta Bertindak Tegas Terhadap Gangguan Apapun di Pelabuhan

0
459
ilustrasi pelabuhan (katadata.co.id)

Jakarta – (suaracargo.com)

Jakarta International Container Terminal (JICT) merupakan aset negara strategis yang dikelola di bawah induk perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II. Di mana, Pelindo II merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang 100% sahamnya dimiliki negara Indonesia.

Koordinator Forum Peduli BUMN, M Romadhon mengatakan, mengingat Program Tol Laut pemerintahan Jokowi-JK bertumpu pada kuat dan kokohnya pelabuhan-pelabuhan, maka segala upaya melemahkan sistem kepelabuhanan nasional merupakan bentuk sabotase terhadap program pemerintah.

“Mengenai kejadian pengusiran pekerja perbantuan operator RTGC Pelindo II/IPC pada 10 Desember (2016) oleh serikat pekerja, pihak manajemen PT JICT seharusnya menindak tegas segala usaha dan upaya mengganggu produktivitas kepelabuhan. Ini demi meningkatnya kualitas bongkar muat dan ketahanan ekonomi negara,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/2/2017).

Dia menganggap tindakan Serikat Pekerja (SP) JICT terkait pengusiran pekerja operator RTGC Pelindo II sudah berlebihan. Persoalan kerja sama dan penempatan pekerja sama sekali tidak memiliki wewenang langsung dengan kegiatan serikat pekerja.

“Penempatan pekerja adalah kewenangan Direksi Pelindo II sebagai induk perusahaan PT JICT. Karena bukan domain serikat pekerja, maka tindakan SP JICT sudah melenceng jauh dari fungsinya,” pungkas Romadhon, seperti dilansir sindonews.com.

Penulis: Dani M. Dahwilani

Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY