Mantan Ketua Asperindo: Konektivitas, Syarat Agar Biaya Logistik Bisa Ditekan

0
267
ilustrasi pengiriman barang (Tribun Pontianak)

Pontianak – (suaracargo.com)

Owner PT Dirgantara Khalustiwa Express yang juga merupakan mantan Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Kalbar Dian Eka Muchairi menyambut baik hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan yang dilaksanakan di Jakarta pada Sabtu (12/3/2016) kemarin. Salah satu fokus pembahasan Musrenbang itu adalah soal konektivitas.

Menurutnya, mereka yang bergerak di bidang pengiriman barang dan logistic akan merasakan kemudahan jika konektivitas ke lima provinsi di Kalbar terhubung. Yang lebih penting lagi, kata Eka, arus barang yang lancar dan cepat serta mudah otomatis akan menekan biaya logistik. Setelah itu masyarakat dan daerah juga akan kena dampaknya dan perekonomian akan lebih kompetitif.

“Kalau semua terhubung maka barang atau apapun dalam biaya logistic akan murah. Kembali lagi jika arus barang dan orang cepat maka berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di area Kalimantan akan lebih baik dari sekarang,” ujarnya saat dihubungi Tribun, Minggu (13/3/2016).

Diungkapkan Eka, saat ini secara umum biaya logistic di Indonesia, termasuk di Kalbar, merupakan yang tertinggi di benua Asia, di mana prosentase biaya itu mencapai 30 persen dari biaya produk yang dibawa. Sehingga, kata Eka, barang atau produk dari Indonesia sulit untuk bisa bersaing. Menurutnya, dengan adanya konsen ke konektivitas ini, semoga memberi harapan dan dapat direalisasikan.

“Kita berharap ini benar terwujud. Kami menilai bukan hanya sektor pengiriman dan logistic akan baik namun semua sektor akan lancar dan semua berujung peningkatan ekonomi daerah Kalimantan dan masyarakatnya,” pungkasnya, seperti dilansir tribunpontianak.co.id.

Terkait Musrembang digelar oleh Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RP) yang hadir saat itu dari lima pimpinan wilayah di Kalimantan terdiri Gubernur Kalteng yang sekaligus sebagai Koordinator (FKRP2RP) Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Timur Awan Faroek, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, Pejabat Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, serta Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Renawan membahas dan menghasilan seputar percepatan pembangunan di Kalimantan.

Ada enam fokus pembahasan yang menjadi perhatian para gubernur Sekalimantan tersebut di antaranya adalah soa Konektivitas, Kedaulatan Pangan, Kedaulatan Energi, Kemaritiman dan Perbatasan, Industri dan Pariwisata, dan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here