Maraknya Mudik Gratis Buat Bisnis Jasa Pengiriman Barang di Bekasi Jadi Lesu

0
666
ilustrasi pengiriman barang (shutterstock.com)
ilustrasi pengiriman barang (shutterstock.com)

Bekasi – (suaracargo.com)

Maraknya program mudik gratis yang diberikan pemerintah dan swasta, membuat usaha jasa pengiriman barang di Kota Bekasi menjadi lesu. Bahkan omzet pendapatan mereka menurun hingga 50 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

Didin selaku Mandor PT Lintas Nusantara Perdana, perusahaan jasa pengiriman barang mengatakan, lebaran tahun lalu lonjakan pengiriman barang sudah mulai terasa sejak H-9. Namun, tahun ini, lonjakan pengiriman barang belum terasa pada H-8, bahkan cenderung menurun dibandingkan tahun lalu.

Menurut Didin, tahun lalu dia biasa mengirim paket motor sebanyak 30 unit setiap hari. Namun kini, hanya 15 motor saja yang bisa dikirim untuk tujuan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kalau dihitung-hitung, omzet kami turun 50 persen, tahun ini,” ujar Didin saat ditemui di kantornya, Jalan Ir. H. Juanda, Margahayu, Bekasi Timur pada Kamis (7/9) siang.

Didin menduga, turunnya omzet pendapatannya karena pemerintah dan perusahaan swasta gencar mengadakan program mudik gratis. Sebab, program itu bukan hanya memberangkatkan orang ke kampung halaman. Sepeda motor milik mereka juga diboyong ke kampung halaman.

Di sisi lain, sejak tahun lalu, pihaknya belum menaikan tarif pengiriman paket sepeda motor. Untuk tujuan Jawa Barat, tarif yang biasa dikenakan sebesar Rp 375.000 per unit, sedangkan untuk Jawa Tengah sebesar Rp 400.000 dan Jawa Timur Rp 500.000.

Meski mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan, dia tak mampu berbuat banyak. Didin hanya bisa pasrah melihat usaha yang dikelolanya menurun. “Sekarang kami hanya mengharapkan para pelanggan yang tidak mendapat jatah mudik gratis dari pemerintah untuk menggunakan jasa kami,” kata Didin, seperti dilansir wartakota.tribunnews.com.

Senada juga diungkapkan oleh Syaiful, penanggung jawab PT Herona Express, perusahaan jasa pengiriman barang lainnya. Syaiful mengaku, dibandingkan tahun ini, arus pengiriman paket lebih terasa pada tahun lalu.

Saat itu, dia mampu mengirimkan 25-28 sepeda motor untuk ke daerah Jawa Barat hingga Jawa Timur. Namun kini, dia hanya bisa mengirimkan paket sepeda motor 15-18 paket motor. Syaiful juga menuding, turunnya omzet pengiriman karena maraknya program mudik gratis yang diberikan pemerintah dan pihak swasta.

“Yah mau bagaimana lagi, memang sudah seperti ini turunnya. Tahun lalu, antrean motor bisa sampai ke pintu gerbang, sekarang tidak lagi,” ujar Syaiful sambil menunjuk pintu gerbang yang berjarak 25 meter itu.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here