Masuk Bagian Tol Laut, Pelabuhan Kuala Tanjung Selesai Tahun 2016

0
482
Ilustrasi pelabuhan di Indonesia. (sumber: Suara Pembaruan)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Sumatera Utara masuk ke dalam 5 pelabuhan utama atau hub di program ‘Tol Laut’ yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan pelabuhan tersebut dibiayai dan dikembangkan oleh PT Pelindo I (Persero).

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan ini menargetkan, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I untuk Terminal Multi Purpose atau serba guna akan selesai pada akhir 2016. Saat ini, pembangunan fisik pelabuhan tersebut telah mencapai 41%.

“Akhir tahun ini. Sesuai jadwal, malah lebih cepat. Target Pak Jokowi sendiri 2017, semester satu itu sudah selesai. Kami bisa menyelesaikan akhir 2016 untuk tahap satu,” kata Dirut Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, saat ditemui di sela acara Rapat Kerja Ditjen Perhubungan Laut di Kemenhub, Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Bambang mengakui, proses pembangunan relatif sangat cepat sejak peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015. Pelabuhan fase I memiliki fasilitas penumpukan 40 hektar dan kedalaman kolam 11 meter. Pengoperasian terminal fase I akan dilakukan pada triwulan I-2017.

“Akhir 2016 selesai berarti kuartal satu (2016) sudah beroperasi,” sebutnya, seperti dilansir detik.com.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dibagi ke dalam 4 tahap. Tahap pertama berupa pembangunan terminal Multi Purpose untuk curah. Nilai investasinya mencapai Rp 3 triliun.

“Tahap satu itu Rp 3 triliun,” sebutnya.

Untuk proses pengembangan ini, Pelindo I memperoleh pendampingan dari Port of Rotterdam, Belanda. Sedangkan untuk operasional, Pelindo I membuka proses beauty contest. Bambang mengaku, ada beberapa operator pelabuhan dunia sudah berminat masuk di Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Operatornya tentu akan kita cari. Saya mengatakan begini saja Pelindo I dan Port of Rotterdam sebagai strategic partner menjadi port developer. Selaku Port of Developer itu akan mengembangkan kawasan pelabuhan,” sebutnya.

Setelah pengembangan Terminal Multi Purpose, Pelindo I bersama Port of Rotterdam sebagai konsultan melanjutkan fase pengembangan berikutnya berupa pembangunan kawasan industri (tahap II), pembangunan terminal peti kemas (tahap III), dan pembangunan kota baru untuk pemukiman (tahap IV).

“Waktu keseluruhan kita targetkan bisa selesai 2020 atau 2019 lah. Kalau investasi kan tahap I Rp 3 triliun, tahap II Rp 8 triliun. Pokoknya total sampai tahap ketiga Rp 34 triliun,” sebutnya.

Pada pengembangan tahap ketiga atau sampai pembangunan terminal peti kemas, Pelindo I merancang Pelabuhan Kuala Tanjung menyerupai pengelolaan Port of Rotterdam. Di dalam area pelabuhan, telah dipetakkan fungsi setiap terminal.

“Rencananya tahap III selesai itu kita operasikan serupa Port of Rotterdam begitu, karena nanti kita reklamasi kurang lebih sekitar 1.500 ha,” ujarnya.

Pelabuhan Kuala Tanjung, lanjut Bambang, akan didukung dengan sarana dan prasarana inter land atau di darat. Sarana dan prasarana tersebut di antaranya akses jalan tol, jalur kereta pelabuhan hingga Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Tak hanya itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya siap memasok gas ke area Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Rel sudah masuk 80%. Jalan Tol sudah dibangun samapai ke Tebing Tinggi kemudian dari Tebing ke Kuala Tanjung itu tinggal 40 km. BUMN sudah mengirimkan surat kepada Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) agar sambungkan jalan tol dari Tebing Tinggi ke Kuala Tanjung. Sekarang sedang proses adendum dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” tuturnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here