Masuki Tahap Final Perencanaan Pembangunan, Pelabuhan Patimban Akan Dilengkapi Infrastruktur Transportasi

0
518
Pelabuhan Patimban (jurnas.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, saat ini sudah masuk tahap finalisasi. Dalam masterplan Kementerian Perhubungan, proyek pelabuhan yang akan digarap oleh perusahaan patungan antara pemerintah Jepang dan Indonesia itu akan dilengkapi berbagai infrastruktur transportasi penunjang yang terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api.

“Ada kan kita ada kajian tentang kereta masuk, jadi kita sinergi kereta, jalan tol, multimoda,” ungkap Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Tonny Budiono saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/2).

Sementara itu, terkait beberapa perizinan, Tonny mengungkapkan sudah sepenuhnya rampung. Hanya tinggal menunggu penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW Nasional) yang saat ini masih dibahas oleh pemerintah pusat.

“Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) tanggal 28 Januari 2017 sudah oke. Sedangkan RTRW nasional enggak bisa parsial, cuma mereka (pemerintah provinsi Jawa Barat) memberikan rekomendasi,” paparnya, seperti dilansir

Tonny juga mengatakan selain dari Kemenhub, beberapa kementerian lain juga dilibatkan seperti Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Mereka masuk ke dalam tim ad hoc yang sudah dibentuk. “Semua sudah ,, karena proyek strategis nasional otomatis semua kementerian mendukung,” katanya.

Terkait soal pendanaan, Tonnny menargetkan penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement) proyek Pelabuhan Patimban dengan pihak Jepang dilakukan pada Mei 2017 dan akan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Saat ini, konsentrasi tim ad hoc adalah menyelesaikan proses perizinan pembangunan Pelabuhan Patimban agar Jepang dapat menyepakati kontrak perjanjian .

“Belum, antara Mei sampai Juli tandatangan loan nya, pencairannya ya nanti kalau kita sudah jalan. Diharapkan bulan pertama 2019 lah bisa soft launching,” ucapnya.

Pelabuhan Patimban diharapkan dapat terintegrasi dengan Pelabuhan Utama Tanjung Priok dalam rangka meningkatkan efisiensi distribusi logistik di Indonesia. Proyek ini menelan biaya hingga 3 miliar dolar Amerika Serikat atau Rp 40 triliun dengan menggunakan pinjaman lunak dari pemerintah Jepang melalui Japan International Coorporation Agency (JICA).

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam pertemuannya dengan Jokowi di Istana Bogor pada 15 Januari lalu, menyinggung soal proyek tersebut. Dia menegaskan penggunaan pelabuhan harus dilaksanakan oleh perusahaan patungan Jepang-Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here