Masyarakat Indonesia Timur Sambut Baik Program Tol Laut

0
501
 Ilustrasi kapal pengangkut peti kemas (Kompas.com/Darwiaty H Ambo Dalle)
Ilustrasi kapal pengangkut peti kemas (Kompas.com/Darwiaty H Ambo Dalle)

Mantan Gubernur Maluku, Karel Rahilatu mengatakan bahwa rakyat Maluku menyambut baik pembangunan tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya, ada beberapa masalah yang menimpa wilayah Indonesia Timur. Masalah-masalah itu menyebabkan masyarakat di sana sangat membutuhkan transportasi kelautan yang memadai, salah satunya tol laut.

“Kami sangat perjuangkan tol laut. Karena, kita sudah terlalu lama mengalami kondisi yang mengharuskan kita membeli dengan harga beberapa kali lipat lebih tinggi dibanding harga di Jakarta,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/11/2014), sebagaimana dilansir sindonews.com.

Dia mencontohkan, harga semen di pulau Jawa satu sak sebesar Rp70 ribu. Namun, di Papua atau Maluku, harganya bisa sampai Rp1 juta. Sedangkan untuk minyak Rp7 ribu di pulau Jawa, sedangkan di Papua mencapai Rp20 ribu.

“Kita terbiasa dengan harga seperti itu. Jadi kalau naiknya harga BBM yang nanti diinstruksikan Jokowi, itu ya tidak apa-apa. Karena kami sudah biasa beli mahal,” katanya.

Jika kondisi ini dibiarkan berlaru-larut, para nelayan pesisir di Indonesia akan terbebani. Pasalnya, mereka harus membeli bahan bakar dengan harga tinggi.

Sementara itu, hasil tangkapan mereka tidak memungkinkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Penghasilan mereka hanya cukup untuk membeli bahan bakar saja.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here