Melalui MDMC, Muhammadiyah Kawal Bantuan Logistik ke Aceh

0
487
Warga korban gempa mengungsi di Masjid At Taqwa, Merdu, Pidie Jaya, NAD, Kamis (8/12). (Republika/Wihdan Hidayat)

Jakarta – (suaracargo.com)

Gempa yang terjadi di Tenggara Kota Banda Aceh berdampak di tiga lokasi, Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Tiga hari pascagempa selain proses evakuasi dilakukan, masyarakat di tiga wilayah tersebut juga membutuhkan akses pendistribusian logistik.

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama lembaga kemanusiaan nonpemerintah melakukan respons cepat dengan menata dan mengawal sistem alur logistik bantuan untuk para korban gempa di Aceh. Tim respons unit logistik dari MDMC, Mashuri Masyuda mengatakan, tujuan yang hendak mereka capai dari sinergi tata sistem alur logistik ini ialah memastikan proses pendistribusian logistik untuk korban gempa dapat teridentifikasi dan tercatat dengan baik di Unit Respon Logisitik.

“Adanya sinergi ini ialah demi memaksimalkan bantuan – bantuan yang datang dari luar negeri agar terkumpul dan terkonsolidasi dalam satu pintu pendistribusian,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Jumat (9/12).

Sangat lumrah bila terjadi penumpukan bantuan logistik di areal-areal tertentu di daerah terdampak bencana. Adanya penumpukan tersebut, kata dia, jelas sangat menghambat kinerja dari sebuah lembaga yang sedang merespon bencana yang terjadi.

Maka, dengan adanya sinergi ini, pendistribusian bantuan untuk masyarakat terdampak bencana pun dapat diatur dengan baik serta dapat disalurkan ke daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau bantuan. “Komunikasi yang efektif antarlembaga dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan dan ketepatan dalam pendistribusian logistik kemanusiaan,” terang Mashuri.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here