Membahas Kemaritiman di IORA

0
215

IORA atau Indian Ocean Rim Association merupakan forum regional yang beranggotakan 21 negara yang berada di kawasan Samudera Hindia, selain kesamaan geografisnya IORA juga terinisiasi oleh kesamaan visi dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga terciptanya stabilitas kawasan, visi ini dapat terlihat dari pilar-pilar pondasi pembentukan IORA yang mencakup ; ekonomi, keamanan dan keselamatan kemaritiman, serta pendidikan dan kebudayaan. Sebagai sebuah forum pemersatu negara-negara di Samudera Hindia, IORA sangat sadar pentingnya peranan kawasan untuk menjaga stabilitas dan menjadi motor dalam pertumbuhan perekonomian global, untuk itu IORA memiliki tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan seimbang bagi seluruh negara anggota, serta menciptakan landasan yang kuat bagi kerja sama ekonomi regional melalui upaya peningkatan fasilitasi perdagangan dengn aktif dalam menghilangkan berbagai hambatan-hambatan yang ada.

Peranan Samudera Hindia
Samudera Hindia yang strategis menjadi latar belakang terbentuknya IORA, memiliki catatan menarik diamana setidaknya 20% perdagangan dunia dengan menopang 70% penangkutan minyak dunia melaui kawasan ini, hal ini tidak dapat dilepaskan dari fakta bahwa bentangan laut Samudera Hindia merupakan kumpulan air terbesar ketiga di dunia yang meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi seluas 68.556 juta km² dengan pesisir sepanjang 66.526 km. Sebagai salah satu jalur penting perdagangan dunia saat ini, sejarahpun mencatat bahwa Samudera Hindia telah digunakan sebagai jalur yang strategis dalam perdagangan bahkan sejak dulu, saat jaman kerajaan-kerajaan maritime di Asia (Dinasti Fatimiddi di Laut Merah, Dinasti Chola di India Selatan, Dinasti Syailendra di Asia Tenggara dan Dinasti song di Tiongkok) dan juga menjadi jalur pelayaran Imperialis kolonialisme bangsa Eropa di Asia. Hiruk pikuk perdagangan yang melewati Samudera Hindia tidak lepas akan sumber daya alam yang dimilki negara-negara di kawasan ini, dan disokong oleh beberapa kota pelabuhan besar di dunia seperti Calcuta (India), Mumbai (india), Chenai (Madras; India), Colombo (Sri Lanka), Durban (Afrika Selatan), Jakarta (Indoneisa), Karachi (Pakistan), Fremantle (Australia), dan Teluk Richards (Afrika Selatan)

Sukseor Poros Maritim
IORA yang saat ini keketuannya dipegang Indonesia sejak 2015 hingga 2017 membawa tema “Strengthening Maritime Cooperation for a Paceful, stable, and Properous Indian Ocean” diharapkan dapat menjadi panggung Politik Luar Negeri Indonesia dalam menyampaikan dan mekokohkan visi besar Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan menunjukan sikap kepemimpinan di kawasan maupun Dunia . Selain itu keaktifan Indonesia di IORA dapat memangkas beberapa hambatan dalam membangun visi besar tersebut, tentunya dengan meningkatkan kerjasama yang bersifat saling menguntungkan dan berkelanjutan. KTT IORA yang dilaksanakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 harus menjadi festifal kampanye pemerlakuan hukum kelautan Internasional tahun 1982 (UNCLOS) yang dirasa sangat mendesak dalam mendukung stabilitas dan meredam konflik antar negara yang dewasa ini terjadi akibat persengketaan batas wilayah seperti yang terjadi di Laut Tiongkok Selatan,

Efraim Anugerah Yusuf Rompon
Wakil direktur MARIN NUSANTARA (Maritime Research Institute Nusantara)
Indonesia Representative Rhodium Resources Pte Ltd

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY