Menhub: Banyak Pelabuhan dan Bandara yang Sudah Direnovasi

0
169
Menhub Ignatius Jonan (sp.beritasatu.com)
Menhub Ignatius Jonan (sp.beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Tepat setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku telah banyak melakukan renovasi berbagai bandara dan pelabuhan sebagai kegiatan utama selama setahun belakangan ini.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan renovasi dan pengembangan itu menjadi prioritas karena instansinya ingin ada standar pelabuhan dan bandara yang setara di seluruh wilayah Indonesia. Kendati demikian, ia mengaku bahwa pelaksanaan renovasi ini tak akan bisa dilakukan secara instan.

“Kami lakukan renovasi ini agar ada kesetaraan pelayanan fasilitas perhubungan dari Sabang sampai Merauke. Kami tidak melakukan hal tersebut semata-mata karena penyerapan anggaran, karena apa yang ditingkatkan adalah kualitas. Makanya, pembenahan-pembenahan tersebut tak bisa buru-buru,” jelas Jonan di Jakarta, Selasa (20/10).

Selain memperbaiki kualitas, ia mengatakan kalau Kemenhub tak bisa melakukan pembenahan secara tergesa-gesa karena jumlah bandara dan pelabuhan yang berada di bawah naungan Kemenhub juga cukup banyak.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia memiliki 237 bandara dimana 181 diantaranya, atau 76,37 persennya, dikelola oleh Kemenhub. Sedangkan 26 bandara dikelola oleh otoritas bandara milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 30 bandara lainnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu, Kemenhub juga mengelola 1.129 pelabuhan, atau 90,9 persen dari 1.241 pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. “Melihat banyaknya jumlah yang harus kami kerjakan, maka tantangannya hanya waktu saja,” tambah Jonan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau Kemenhub telah melakukan renovasi atas beberapa bandara seperti Bandara Kalimarau di Kalimantan Timur, Bandara Tual di Maluku, Bandara Tarakan di Kalimantan Utara, Bandara Rembele di Aceh, Bandara Matohara di Sulawesi Tenggara, dan Bandara Djalaluddin di Gorontalo. Bahkan beberapa diantaranya ada yang akan segera rampung.

“Progress Bandara Rembele cepat setahun lagi jadi, lalu Bandara Matohara sudah 90 persen dan Bandara Utarom akan selesai tahun ini. Kendati demikian, Bandara Djalaluddin akan lama selesainya karena memang lambat saja progress-nya,” tambahnya.
Perbaikan Pelabuhan

Sedangkan contoh pelabuhan yang telah berhasil direnovasi adalah Pelabuhan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Pelabuhan Jepara di Jawa Tengah, dan Pelabuhan Baubau di Sulawesi Tenggara. “Waktu saya kesana, pelabuhan-pelabuhan itu masih acak-acakan. Sekarang sudah kami benahi tapi memang tidak bisa sangat mewah sekali,” tutur Jonan.

Dengan adanya pencapaian ini, ia juga menepis anggapan bahwa instansinya terlihat tidak pernah kerja meskipun memang tak mudah. “Kalau ada yang kritik kami ya silahkan saja, karena ini negara Demokrasi. Namanya kekurangan pasti ada, tapi nanti kita bisa buktikan saja kalau kita memang betul-betul kerja meskipun tidak kelihatan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kemenhub menargetkan 100 pengembangan bandara dan 100 pengembangan pelabuhan di bawah naungannya selama lima tahun ke depan.

Kemenhub sendiri diberikan anggaran sebesar Rp 64,95 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Penyesuaian (APBNP) 2015, dimana sebesar 63,95 triliun, atau Rp 34,5 triliun dialokasikan bagi perhubungan laut dan udara.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY