Menhub Izinkan Swasta Kelola Pelabuhan

0
430
Ilustrasi aktivitas bongkar muat pelabuhan. (Republika/Tahta Aidilla)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini sudah memberi izin badan usaha pelabuhan (BUP) swasta untuk membangun dan mengelola pelabuhan umum dengan skema konsesi. Perizinan ini sekaligus jadi pintu bagi kalangan swasta untuk bersaing mengelola pelabuhan dengan BUMN pelabuhan.

Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan umum hanya boleh dilakukan oleh BUMN pelabuhan, serta Kemenhub. Lewat Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 61/2009 tentang kepelabuhanan yang tertuang dalam PP Nomor 64 Tahun 2015, BUP kini juga bisa mengajukan menjadi pengelola pelabuhan umum.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan kementerian Perhubungan Agus Edy Susilo mengungkapkan, pelabuhan umum kini bisa dikelola swasta. Asalkan, pihak swasta yang ingin mengelola itu mau memenuhi syarat konsensi, yakni semua aset diserahkan pada negara jika masa konsesi telah habis.

“BUP sekarang bisa kelola pelabuhan umum, asal di akhir masa, aset konsesi balik ke negara karena telah jadi pelabuhan umum. Tidak ada peruntukan lain,” jelas Agus di acara diskusi Persiapan BUP Menghadapi Konsesi Pelabuhan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (14/3/2016).

Sebelumnya, pengelolaan pelabuhan umum tertutup bagi BUP swasta. Swasta selama ini hanya boleh mengelola terminal pelabuhan, yakni Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) sehingga jumlah dan jenis kapal yang bersandar sangat terbatas.

“Pengelolaan pelabuhan oleh BUP swasta sendiri dilakukan dengan lelang jika tanah calon pelabuhan merupakan tanah yang disiapkan negara, dan penunjukan langsung atau penugasan jika BUP sudah menyediakan tanah sendiri,” jelas Agus, seperti dilansir detik.com.

Menurut Agus, dengan regulasi baru tersebut, maka swasta bisa mengelola pelabuhan-pelabuhan umum yang tersebar di Indonesia seperti halnya BUMN pelabuhan, yaitu PT Pelindo I hingga Pelindo IV.

“Batas pendaftaran BUP menjadi pengelola pelabuhan umum dibatasi sampai Juni 2016 nanti,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here