Menhub Jonan Pastikan Cilamaya Jadi Dibangun

0
317
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, beberapa infrastruktur penting di Karawang Jawa Barat, jadi untuk dibangun. (Foto: BMKG) / jurnalmaritim.com
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan, beberapa infrastruktur penting di Karawang Jawa Barat, jadi untuk dibangun. (Foto: BMKG) / jurnalmaritim.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Isu miring pembatalan pembangunan beberapa infrastruktur di daerah Karawang, Jawa Barat, tampaknya kini sudah mendapat titik terang. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa proyek infrastruktur baru, seperti Pelabuhan Cilamaya, tetap akan dibangun. Begitu pula infrastruktur lain, seperti Bandara Karawang dan rencana pembangunan jalur Kereta Api Cilamaya-Karawang.

Rencananya, pembangunan Pelabuhan Cilamaya akan dibantu pihak Jepang. Sementara itu, Bandara Karawang akan dibangun oleh investor. Untuk jalur kereta, pemerintah akan memberikan izin kepada pengusaha Karawang yang bersedia menyediakan lahannya. Pengusaha tersebut bisa bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Pembangunan infrastruktur tersebut dinilai harus segera diimplementasikan untuk menghidupi industri dan komersial di Karawang dan sekitarnya,” ungkap Jonan di Menara Kadin Lantai 29 Jakarta, Jumat (14/11/2014), sebagaimana dilansir jurnalmaritim.com.

Ia juga menyatakan bahwa Cilamaya jadi dibangun. “Saya juga sudah bertemu Dubes Jepang. Pada prinsipnya, saya setuju untuk kepentingan bangsa,” kata Jonan kepada pengusaha di Kadin.

Hambatan Cilamaya

Atas persetujuan pembangunan Cilamaya tersebut, Menhub mengaku diprotes PT Pelindo II (Persero). Pasalnya, Pelindo II sedang membangun pelabuhan raksasa di Kalibaru (New Priok). Meski diprotes, Jonan tetap merestui pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

Menurut Ketua Kadin, Susilo Bambang Sulistyo, hambatan lain terkait Cilamaya adalah isu penggeseran posisi pelabuhan. Lokasi sebelumnya berada dalam area fasilitas migas Pertamina. sehingga menggeser fasilitas tersebut akan mempengaruhi produksi migas dan pendapatan negara.

Susilo menuturkan, lokasi Pelabuhan Cilamaya sebaiknya tidak perlu digeser. “Kemarin kan sudah distudi dan layak,” tegasnya. Ia juga mengatakan bahwa, di negara lain, banyak blok migas yang tetap bisa dibangun pelabuhan internasional di dekatnya.

“Jadi, kita juga bisa membangunnya, asal studinya layak. Tujuannya jelas. Tidak perlu pusing lagi. Tinggal bangun saja, apalagi jika investornya sudah ada,” tutur Susilo.

Alasan terkuat mengapa Cilamaya harus segera dibangun, tambahnya, adalah banyaknya keluhan dari kalangan pengusaha. Para pengusaha tersebut menilai, pengiriman barang melalui Pelabuhan Tanjung Priok sudah tidak efisien. Infesiensi itu disebabkan karena pelabuhan Tanjung Priok sudah overload, aksesnya macet, biayanya mahal, sehingga membuat cost logistik barang ikut naik.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here