Menhub Kumpulkan Stakeholder Pelabuhan Bahas Daya Saing Pelabuhan

0
398
Ilustrasi bongkar muat kargo (Foto: Adhi Wicaksono/CNN Indonesia)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumpulkan para stakeholder di sektor kelautan, Minggu (6/11).

Tujuan Budi mengumpulkan mereka adalah untuk melakukan upaya-upaya meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia, khususnya Tanjung Priok.

Usai rapat, Budi mengatakan bahwa daya saing Pelabuhan Tanjung Priok belum mencapai titik terbaiknya.

Salah satu indikasi kelemahan itu adalah kurangnya penataan alih muat (transhipment) atau proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan, untuk selanjutnya diangkut kembali dan juga waktu tunggu kapal.

Karena itu, kata Budi, harus dicari formulasi yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia.

Ada Beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu, memperbaiki tarif, model bisnis, Standar Operasional Prosedur, waktu tunggu pemanduan, dan tunda.

Budi meminta agar pihak Syahbandar, Otoritas Pelabuhan dan Pelindo berusaha menghilangkan sekat-sekat agar mempermudah dan mempercepat proses-proses kepelabuhanan.

“Saya meminta Pelindo untuk meng-copy satu sistem paling canggih dan kompetitif untuk segera dibicarakan dengan Kemenhub. Saya minta Pelindo, Syahbandar, Otoritas Pelabuhan untuk hilangkan sekat-sekat. Tujuannya adalah membuat pelabuhan Tanjung Priok lebih kompetitif,” papar Budi, seperti dilansir jppn.com.

Sementara, untuk penataan transhipment agar diarahkan ke terminal Kalibaru atau New Priok dan memberikan tarif yang kompetitif.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here