Menhub Minta Daerah Siapkan Penanganan Arus Mudik Idul Fitri 2017

0
356
Kendaraan pengangkut barang menjejali dermaga III Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Kamis (27/9/2012), mengantre untuk menyeberangi perairan Selat Sunda. Jalur penyeberangan Selat Sunda ditempuh selama 2,5 jam, dengen waktu operasi kapal selama 24 jam. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Sampit – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar seluruh daerah mulai mempersiapkan penyelenggaraan arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2017 ini.

“Saya datang ke sini sengaja untuk melihat kondisi pelabuhan dan bandara. Khususnya di Pelabuhan Sampit ini, jumlah pemudiknya biasanya sangat tinggi,” kata Budi saat meninjau Pelabuhan Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (18 Maret 2017).

Berdasarkan data, jumlah penumpang kapal di Pelabuhan Sampit selama musim lebaran Idul Fitri tahun lalu sekitar 27.000 orang. Tujuan yang dilayani yaitu Semarang dan Surabaya.

Budi meninjau dua terminal di Pelabuhan Sampit, yaitu Terminal Sampit yang diutamakan untuk kapal penumpang dan Terminal Bagendang yang dikhususkan untuk petikemas. Letak kedua terminal ini terpisah cukup jauh.

Sebelum ke Sampit, Budi juga meninjau Pelabuhan Kumai yang terlatak di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuannya sama, yaitu melihat kesiapan pihak pelabuhan, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya dalam menyelenggarakan arus mudik lebaran nanti.

Seluruh daerah diminta menyiapkan lebih awal agar agar tidak ada kendala pada saat penyelenggaraan arus mudik nanti. Berbagai kekurangan harus segera diatasi agar tidak sampai mengganggu keamanan dan kenyamanan penumpang.

Budi mengakui, arus mudik di Pelabuhan Sampit menjadi salah satu perhatian pihaknya karena penumpang yang bertolak dari Sampit maupun sebaliknya, cukup tinggi. Kondisi ini harus diatur dengan baik agar tidak terjadi kelebihan kapasitas dan munculnya masalah.

“Kita mau mengutamakan keselamatan. Jangan asal pergi, tiba-tiba ada masalah. Sekarang ini cuaca tidak menentu, jadi saya minta Pelindo dan KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) untuk mengikuti saran-saran dari standar operasional yang harus dipatuhi,” tegas Budi.

Saat disinggung soal kendala pendangkalan alur Sungai Mentaya di tiga titik yang selama ini mengganggu kelancaran lalu lintas kapal dari dan ke Pelabuhan Sampit, Budi berjanji akan mencarikan solusinya. Dia berharap pengerukan alur bisa dilakukan dengan pembiayaan bersama.

“Kita nanti akan lihat bagaimana ‘sharing’ dengan Pelindo karena pada dasarnya alur itu akan kami serahkan kepada operator semuanya. Nanti di sini kita lihat berapa biayanya dan akan kita bicarakan dengan Pelindo,” timpal Budi, seperti dilansir beritasatu.com.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur H Fadlian Noor mengatakan, pendangkalan alur membuat lalu lintas kapal terganggu. Kapal berkapasitas besar hanya bisa melintas saat air sungai sedang pasang.

“Jika sampai kandas di salah satu titik dangkal itu maka bisa terjadi keterlambatan 12 hingga 15 jam. Ini berdampak luar biasa terhadap waktu dan biaya. Kami berharap pemerintah melakukan pengerukan. Pemerintah daerah siap bekerja sama,” kata Fadlian.

Terkait penyelenggaraan arus mudik, pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. Setiap tahun, sudah ada tim gabungan yang berkoordinasi dengan baik agar arus mudik berjalan aman, lancar dan nyaman.

Dia berharap agar penyelenggaraan arus mudik berjalan lancar dan tidak terjadi kecelakaan. Untuk itulah perlu dukungan dan kesiapan semua pihak sehingga potensi masalah bisa dicegah sejak dini.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here