Menhub Minta Dwell Time Bisa Ditekan Hingga 4 Hari

0
188
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Kamis (8/9/2016). Kontributor Surabaya, Achmad Faizal

Surabaya – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta agar dwell time di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, bisa dipercepat menjadi empat hari dari sebelumnya enam hari.

Dwell time adalah waktu tunggu barang untuk bongkar muat di pelabuhan.

banner-csm-atas

“Kalau bisa maksimal empat hari, bagaimanapun caranya harus meniru pelabuhan di negara lain yang lebih cepat demi efisiensi,” kata Menhub Budi Karya di dermaga Teluk Lamong, Surabaya, Kamis (8/9/2016).

Menurut Budi, percepatan waktu tunggu barang di Pelabuhan Tanjung Perak adalah bentuk pelayanan publik kepada pengguna pelabuhan.

Dia menilai, Pelabuhan Tanjung Perak adalah pintu masuk perekonomian di Indonesia bagian timur. Oleh sebab itu, pelayanan bongkar muat di pelabuhan itu harus bisa maksimal.

Budi mengaku mendapatkan tugas khusus untuk melakukan deregulasi sistem kepelabuhan. Tujuan penugasan dirinya adalah untuk mempercepat sarana dan prasarana aktivitas perekonomian, termasuk mempersingkat dwell time di pelabuhan.

Direktur Tehnik dan Teknologi Informasi PT Pelindo III, Husein Latif, membeberkan alasan lamanya dwell time di Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut dia, pemeriksaan barang dan dokumen oleh pihak yang berwenang, seperti bea cukai, memang membutuhkan waktu lama.

“Kalau waktu tunggukapal kami bisa nol hari untuk kapal internasional, kalau kapal curah bisa sehari atau dua hari,” ujarnya, seperti dilansir kompas.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY