Menhub Minta Pelindo Bangun Pelabuhan Besar

0
145
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (11/5/2015).
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, di Jakarta, Senin (11/5/2015).

Bandar Lampung – (suaracargo.com)

Pemerintah meminta perusahaan pelat merah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dapat mengembangkan pelabuhan besar yang berkapasitas minimum 300.000 DWT agar mampu menampung kapal-kapal raksasa.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, pelabuhan yang dapat disandari oleh kapal berkapasitas besar akan lebih efisien dan mampu meningkatkan daya angkut barang. Namun, sampai saat ini, ucapnya, belum ada satu pun pelabuhan yang di Indonesia yang memiliki kapasitas dermaga mencapai 300.000 tonase bobot mati (deadwheight tonnage/DWT).

“Pemerintah sampai sekarang juga sudah meminta, kalau bisa dikembangkan sampai 300.000 DWT,” ucapnya di sela peresmian Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2015).

Menurutnya, lima pelabuhan utama milik Pelindo I-IV belum ada yang memiliki kapasitas sandar hingga 300.000 DWT. Pelabuhan Tanjung Priok milik Pelindo II yang tengah dibangun, kapasitas sandarnya bahkan hanya mencapai 120.000-140.000 DWT.

Saat ini, kapasitas kapal tertinggi dimiliki oleh Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 70.000 DWT. Sisanya, seperti Pelabuhan Belawan, Tanjung Perak, Makassar, dan Sorong, belum mencapai kapasitas tersebut.

Mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut mengungkapkan pengembangan kapasitas pelabuhan tersebut dapat dilakukan dengan pendalaman alur, pengerukan kolam, dan pengaturan lalu lintas sandar kapal di pelabuhan.

Dengan bergitu, kapal yang dapat bersandar dapat mencapai ukuran capesize 300.000 DWT.

Pelabuhan Batu Bara

Ide itu dicetuskan Jonan saat dirinya meresmikan Tarahan Coal Terminal atau Pelabuhan Batu Bara Tarahan milik PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. Pelabuhan Tarahan tersebut saat ini memiliki kapasitas 240.000 DWT dan menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Ini kan pelabuhan untuk kepentingan sendiri, saya harap pelabuhan utama Indonesia harus bisa jauh lebih besar dari itu,” paparnya, seperti dilansir industri.bisnis.com.

Meski sejumlah pelabuhan utama tengah ditingkatkan kapasitasnya, Jonan mengaku belum menerima rencana yang diajukan oleh masing-masing Pelindo untuk memperbesar kapasitas hingga 300.000 DWT.

Direktur Utama Bukit Asam Milawarma mengatakan untuk mengembangkan kapasitas pelabuhan hingga 25 juta ton, perseroan merogoh kocek sebesar Rp1,7 triliun-Rp2 triliun. Pembangunan fase kelima di Pelabuhan Tarahan ini menggunakan dana dari kas internal perseroan.

“Dengan selesainya proyek ini, kapasitas terpasang Tarahan minimum 25 juta per tahun. Paling tidak, cita-cita PTBA mencapai 50 juta per tahun,” ungkapnya.

Pelabuhan Tarahan sebelumnya dilayani dengan satu buah dermaga dengan kapasitas sandar 80.000 DWT (panamax) dan satu buah dermaga tongkang dengan kapasitas 10.000 DWT.

Dengan demikian, Bukit Asam saat ini memiliki tiga dermaga termasuk dermaga baru dengan kapasitas 210.000 DWT yang semuanya dapat beroperasi secara bersamaan.

Tidak hanya itu, emiten berkode saham PTBA tersebut juga menambah fasilitas alat muat ke kapal atau ship loader dengan kapasitas 6.000 ton per jam. Sehingga, kapal ukuran 210.000 DWT dapat terisi penuh dalam waktu kurang dari tiga hari.

Kemudian, dibangun juga fasilitas pembongkaran batu bara dari gerbong kereta api (RCD) sebanyak dua unit dengan kapasitas bongkar dua gerbong sekaligus. Pengoperasian ini, membuat Pelabuhan Tarahan dapat melayani pembongkaran batu bara untuk empat rangkaian kereta api sekaligus

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY