Menhub Pastikan Pembangunan Infrastruktur Akan Wujudkan Konektifitas di Natuna

0
374
Kepulauan Natuna. ©REUTERS/Tim Wimborne

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan prasarana transportasi seperti bandara dan pelabuhan terus berjalan untuk mewujudkan konektivitas di Pulau Natuna, Kepulauan Riau dengan wilayah lainnya di Indonesia.

“Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mempunyai visi misi mewujudkan konektivitas di Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau. Oleh karena itu, menjadi kewajiban kami untuk memastikan konektivitas itu terjadi,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang dilansir merdeka.com di Jakarta, Kamis.

Terkait pembangunan prasarana transportasi laut di Natuna, Menhub menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan membangun sejumlah pelabuhan di Kepulauan Riau misalnya di Tarempa, Kepulauan Anambas.

“Kami datang untuk memastikan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut memang sedang dibangun dan kita pastikan sebelum 2019, semua pelabuhan itu sudah selesai dan anak-anak yang kita didik di sekolah Kementerian Perhubungan bisa melakukan kegiatannya,” katanya.

Untuk pengembangan prasarana transportasi udara, selain telah selesai membangun Bandara Ranai, Kementerian Perhubungan juga akan mengembangkan bandara di wilayah lainnya, demikian Menteri Budi menyatakan.

Untuk Bandara Ranai yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo tahun lalu, Menteri Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan kebutuhan listrik di bandara tersebut dan bulan depan, penerbangan di bandara Rinai tersebut sudah dimulai.

“Kami mengimbau ketika penerbangan baru dibuka di bandara tersebut, maskapai agar mengenakan tarif yang wajar, sehingga tingkat okupansinya tidak rendah,” kata Menhub.

Bandara Ranai yang telah selesai dikembangkan tersebut terletak berhadapan dengan Laut Cina Selatan. Bandara ini memiliki dengan landasan pacu berukuran 2.550 x 32 meter yang direncanakan akan diperlebar menjadi 45 meter. Selain itu, bandara ini juga memiliki apron yang berukuran 120 meter X 60 meter dan taxiway berukuran 50 meter x 23 meter.

Kapasitas terminal penumpang yang selesai dikembangkan di Bandara Ranai seluas 3.865 meter persegi dengan kapasitas tampung sebanyak 385 penumpang. Saat ini, Bandara Ranai dapat didarati pesawat jenis B737-500 yang mampu menampung penumpang maksimal hingga 140 orang.

Saat ini rute penerbangan yang beroperasi di Bandara Ranai adalah rute Batam-Natuna yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air dengan frekuensi penerbangan tiga kali dalam seminggu dan maskapai Wings Air dengan frekuensi empat penerbangan kali dalam seminggu.

Budi menjelaskan agar konektivitas terwujud, maka dibutuhkan peningkatan kompetensi dari masyarakat untuk melaksanakan konektivitas tersebut. “Kami menawarkan pendidikan vokasi untuk 1.000 pelajar Natuna dan daerah sekitarnya yang selama ini mengoperasikan kapal secara manual untuk mengikuti pendidikan vokasi Sumatera Barat,” ujarnya.

Selain itu, Budi menambahkan, pada tahun ajaran 2017, pendidikan kemaritiman telah masuk ke dalam kurikulum di Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan, sehingga masyarakat yang berminat dengan kemaritiman dapat mengikuti pendidikan kemaritiman di universitas tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here