Menhub: Petugas Tidak Jujur Biaya Logistik Meningkat

0
357
Rail Mount Crane di Pelabuhan Belawan (ilustrasi)

Jakarta – (suaracargo.com)

Selain keharusan menurunkan waktu inap barang hingga keluar pelabuhan atau dwelling time, Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya menerapkan tata kelola yang baik atau good corporate governance di pelabuhan-pelabuhan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya saat ini membutuhkan kejujuran atau clean governance dari pejabat-pejabat pelabuhan guna memperbaiki kualitas pelabuhan dan logistik dalam negeri.

“Salah satu sasaran dari kita selain waktu , kita menghilangkan ketidakjujuran ,” kata Budi, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Dia menambahkan, ketidakjujuran para petugas di pelabuhan memiliki proporsi persentase lebih tinggi dibandingkan dengan dwelling time dalam mempengaruhi biaya logistik nasional. Menurutnya, kompoisisi dwelling time terhadap biaya logistik dalam negeri sekitar 5%-10%.

Waktu inap barang sampai ke luar pelabuhan di Rotterdam, dia mencontohkan, berada pada kisaran waktu 3 hari. Lamanya waktu tersebut, paparnya, karena petugas harus berhati-hati dan mengawasi dengan ketat barang yang akan masuk ke dalam negeri.

Dengan begitu, dia berharap agar tidak ada barang-barang berbahaya yang masuk karena petugas benar-benar mengawasi setiap barang yang akan masuk.

Dirinya tidak menginginkan pelabuhan-pelabuhan memiliki dwelling time, dua hari misalkan tetapi terdapat petugas yang tidak jujur di lapangan.

Oleh karena itu, mengenai penangkapan tiga oknum yang melakukan tindakan kriminal di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, dia menyatakan, dirinya sangat mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Sumatra Utara.

Penangkapan tersebut, paparnya, menunjukkan adanya kerja sama antara Kemenhub dengan kepolisian dalam rangka melakukan pembersihan pelabuhan-pelabuhan dari oknum-oknum yang melakukan tindakan kriminal.

Di berharap, penangkapan ketiga oknum di Pelabuhan Belawan tersebut dapat memperbaiki kinerja Pelabuhan Belawan. Tidak hanya itu, dia melanjutkan, penangkapan tersebut juga dapat menunjukkan bahwa pemerintah serius melakukan penegakan hukum bagi pelaku-pelaku tindak kriminal di pelabuhan.

Terkait dengan tindakan tidak jujur dari petugas lapangan di pelabuhan, tuturnya, ada indikasi terjadi di beberapa tempat seperti di Samarinda-Kalimantan Timur, Jayapura-Papua, Maumere-Nusa Tenggara Timur, dan Kijang-Kepulauan Riau.

“Oleh karenanya saya ingatkan KSOP untuk lakukan kegiatan lebih dan tidak lakukan praktik-praktik ,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Selain itu, ucapnya, kejadian penangkapan tiga oknum di Pelabuhan Belawan juga dapat dijadikan memontum bagi para asosiasi terkait untuk kembali menjalankan aturan yang ada dengan lebih baik.

Untuk sekadar diketahui, tiga orang oknum yang tertangkap tangan melakukan tindakan kriminal tersebut terdiri dari dua orang asosiasi dan satu orang dari Bea Cukai.

Kedua orang yang berasal dari asosiasi tersebut melakukan penyuapan kepada petugas Bea Cukai. Tidak hanya itu, kedua orang asosiasi tersebut juga melakukan pemerasan terhadap pengusaha.

Adapun mengenai besaran nilai penyuapan yang dilakukan oleh kedua oknum dari asosiasi tersebut, Budi mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here