Menhub: Tol Udara Bisa Tekan Biaya Logistik di Papua

0
219
ilustrasi bandara (industri.bisnis.com)

Puncak, Papua – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan rangkaian kunjungan ke Papua Kamis (22/9). Tahun ini Kementerian Perhubungan (Kemhub) telah mencanangkan tol udara yang akan menekan biaya logistik di wilayah pegunungan di Papua. Untuk itu, pihaknya sedang mengkaji subsidi khusus untuk wilayah Papua agar dimungkinkan adanya tambahan pesawat terbang ke Ilaga dan daerah-daerah terpencil lainnya.

“Prinsipnya pemerintah akan men-support konektivitas dan menekan mahalnya biaya logistik di papua,” kata Budi yang didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo saat berada Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Menhub tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika dan sempat melakukan peninjauan di bandara tersebut, kemudian bertolak menuju Ilaga di Kabupaten Puncak. Di Ilaga, Menhub disambut tarian dan prosesi adat yang dipimpin Bupati Puncak, Willem Wandik. Warga puncak tampak antusias menyampaikan berbagai usulan dan aspirasi mereka.

cs2854nviaemupo

Pada kesempatan itu, Budi menyatakan Kemenhub juga memberikan izin untuk pengoperasian pesawat yang dibeli oleh Pemkab Puncak, dengan catatan harus dilakukan pengecekan berkala. Sedangkan, untuk menunjang infrastruktur, pihaknya akan menambah panjang runway. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong kemajuan pariwisata di Kabupaten Puncak dan wilayah Papua pada umumnya, sekaligus menyejahterakan rakyat.

Sementara itu, saat tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Menhub bertemu sejumlah pimpinan bandara untuk menyampaikan bahwa akan ada beberapa pengecualian aturan penerbangan yang akan dibuat khusus untuk Papua. Salah satunya adalah mengenai umur pesawat dan slot time untuk pesawat dari lembaga pelayanan masyarakat.

“Jika memang ada aturan yang memberatkan masyarakat, kita bisa ubah,” kata Budi.

Dia mengatakan, pengecualian untuk aturan penerbangan di Papua bisa dilakukan sebab Bumi Cenderawasih masih sangat bergantung pada konektivitas udara untuk distribusi logistik. “Kita sangat mengerti bahwa masyarakat di daerah terpencil sangat sulit mendapatkan akses dan bahan makanan. Untuk setahun ke depan fokus kami masih pada konektivitas udara. Tetapi dalam dua tahun, kami akan memperbaiki beberapa pelabuhan untuk merealisasikan tol laut,” kata Budi.

Menurutnya, harga bahan-bahan kebutuhan masyarakat Papua akan lebih murah jika distribusi lebih merata dan tidak bertumpu pada kota-kota besar di wilayah timur Indonesia saja.

Pada kesempatan itu, menhub juga mengatakan pembangunan, renovasi, ataupun peningkatan layanan di bidang transportasi, akan melibatkan pihak swasta, sehingga tidak terlalu membebani anggaran negara. “Memang di tengah keterbatasan anggaran, konektivitas laut harus kita efektifkan. Nantinya kita akan rerouting beberapa pelayaran untuk membantu distribusi logistik,” ujar Menhub.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY