Menhub: Volume Kedatangan Kapal ke Pelabuhan Indonesia Indikasi Kinerja Pelabuhan

0
369
Foto: Danang Sugianto/detik.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, volume kedatangan kapal ke Pelabuhan di Indonesia menjadi salah satu indikator utama kinerja apik pelabuhan. Dan volume kedatangan itu perlu diupayakan.

Dia menambahkan, upaya peningkatan volume harus didorong dengan peningkatan di berbagai layanan pelabuhan seperti keamanan dan pelayanan kepada stakeholder. Dia juga menegaskan, pentingnya meningkatkan pelayanan kepada shipping line dan produsen agar dapat meningkatkan volume.

“Pelabuhan suatu konektivitas, komparasinya dapat terlihat dari peningkatan volume. Jika pelabuhan dikatakan baik tetapi tidak ada peningkatan volume (itu), omong kosong,” kata Menhub Budi, Jakarta Utara, Selasa (16/5/2017).

“Ada shipping line dari perancis datang ke Pelindo II (IPC). Ini merupakan lompatan pelayanan priok kepada masyarakat,” imbuh dia lagi, seperti dilansir Liputan6.com.

Lebih lanjut dia juga menuturkan perlunya pelabuhan membuat layanan alternatif agar shipping line asing semakin tertarik untuk datang. Salah satu terobosan lain yang diapresiasi oleh Menhub Budi adalah waterway yang dirancang oleh Pelindo II. Dia melihat kedatangan kapal Prancis sebagai indikasi kemampuan Pelindo II untuk meningkatkan kualitas layanan Priok.

“Waterway merupakan proyek dari Pak Elvyn (Pelindo II), saya pikir ini bagus. Membantu mengurai permasalahan (transportasi) di jalan darat karena kemacetan, sehingga memberikan alternatif kemacetan dengan jalan yang bagus. Kemenhub dan Kementerian PU akan men-support bersama agar proyek berjalan,” beber dia.

Dia menegaskan, aspek legal dari proyek waterway harus diperhatikan agar legitimasi proyek dapat diandalkan sehingga investor dapat mendapatkan return. Aspek penting dari proyek itu adalah peningkatan pengiriman logistik yang jauh lebih cepat daripada lewat jalur darat.

Menhub Budi juga meyakini terbukanya jalur transportasi lewat laut akan membuka jalur ekonomi. Prinsip ‘trade follow the ship’ tersebut diyakini salah satu upaya untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. Peningkatan volume di pelabuhan merupakan salah satu indikator berjalannya perekonomian di suatu daerah.

“Tol laut berfungsi untuk meningkatkan arus masuk dan keluar barang terutama dari Indonesia timur. Sebelumnya kapal singgah di Saumlaki hanya mengirim sembako saja tetapi tidak pernah berpikir untuk mengumpulkan barang dari sana (saumlaki) untuk dikirim ke jawa,” jelas dia.

Menhub juga meminta agar Pelindo I,II,III, IV, PELNI, dan ASDP bekerja sama membangun dan mengumpulkan barang serta logistik. Dia mencontohkan gudang logistik yang dapat mengumpulkan produk lokal seperti ikan dan rumput laut dari Saumlaki atau Kopra dari Sulawesi.

“Tol laut dengan dukungan gudang logistik dapat meningkatkan volume perdagangan di Indonesia timur. Peningkatan volume pelabuhan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, harapannya peningkatan ekonomi bisa menjadi 5,7% atau 5,8%,” Menhub Budi memungkasi.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here