Menko Maritim Resmikan Proyek Pelabuhan Benoa Dengan Sandbreaking Ceremony

0
281

Denpasar – (suaracargo.com)

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsat Panjaitan meresmikan proyek pengembangan dan penataan pelabuhan Benoa dengan “sandbreaking ceremony of the Benoa tourism port”, di Dermaga Timur Terminal pelabuhan internasional Pelabuhan Benoa pada Senin (18/9/2017).

Proyek penataan Pelabuhan Benoa ini sendiru menelan biaya hingga Rp 1,7 triliun.

“Investasi saja 1,7 T, nanti akan ada dermaha yatch, tempat penginapan, kondotel dan fasilitas lain. Nanti kita ajak investor lain untuk masuk ke sini,” kata Luhut, seperti dilansir kompas.com.

Sebelumnya, penataan Pelabuhan Benoa sempat mengalami tarik ulur perizinan. Tapi semua sudah diselesaikan dalam rapat kordinasi yang digelar pada 1 Agustus 2017 lalu.

“Semuanya sudah beres, selesaikan semuanya. Jadi kita tidak perlu berkutat lagi dalam perdebatan yang tidak perlu,” ujar Luhut.

Saat ini, Pelabuhan Benoa memiliki kedalaman alur minus 8 meter low water spring (LWS) dan hanya bisa mengakomodir kapal pesiar dengan panjang kurang dari 210 meter dengan kapasitas 1.400 penumpang.

Setelah penataan nantinya, kedalaman alur bisa mencapai 12 meter LWS, sehingga kapal dengan panjang 500 meter dan kapasitas penumpang 5.000 orang bisa masuk.

Selain dermaga khusus yatch, penginapan dan kondotel di pelabuhan Benoa nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas martim technopark dan cultural center. Pelabuhan ini juga bisa memasok air bersih dan bahan bakar bagi kapal-kapal asing.

“Penataan pelabuhan ini akan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar,” kata Luhut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here