Menko Maritim Sambut Baik Pengembangan Pelabuhan di Wilayah Timur Indonesia

0
401
ilustrasi pelabuhan (tempo.co)
ilustrasi pelabuhan (tempo.co)

Makassar – (suaracargo.com)

Terwujudnya tol laut sangat ditentukan oleh kehadiran pelabuhan-pelabuhan besar, terutama pelabuhan di kawasan timur Indonesia. Oleh karena itu, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV segera mengembangkan pelabuhan-pelabuhan utama di wilayah tersebut. Seperti Pelabuhan Makassar, Fak Fak, Ternate, Bitung, Ambon, Biak, Nunukan, Sorong, Jayapura dan Kendari.

Demikian pemaparan dan laporan Direktur Utama PT Pelindo IV Mulyono, ketika menerima kunjungan kerja Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo di Pelabuhan Makassar, Kamis sore (19/3). Dalam kesempatan itu, Mulyono menyatakan, pembangunan dan revitalisasi pelabuhan-pelabuhan di wilayah kerja Pelindo IV sudah dimulai pada tahun ini. Dia juga berharap, pelabuhan-pelabuhan itu sudah ada yang mulai bisa beroperasi pada 2018 yang akan datang.

Mulyono lalu menjelaskan, pembangunan Pelabuhan Makasssar difokuskan pada penambahan panjang dermaga, yang akan ditingkatkan dari 850 meter menjadi 1120 meter. Sedangkan di Pelabuhan Bitung, panjang dermaga ditingkatkan dari 591 meter menjadi 786 meter. Sementara itu, Pelabuhan Kendari dari 270 meter menjadi 570 meter, Pelabuhan Sorong dari 174 m menjadi 425 m, Pelabuhan Jayapura dari 314 meter menjadi 414 meter dan panjang dermaga Pelabuhan Ambon dari 633 meter menjadi 690 meter. “Diharapkan, dengan penambahan fasilitas tadi maka arus barang antar pulau, khususnya ke kawasan timur, menjadi semakin lancar.” ungkapnya, sebagaimana dilansir rmol.co.

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo menyambut baik program peningkatkan pelabuhan-pelabuhan di PT Pelindo IV ini. Khusus untuk pembangunan The Makassar New Port, ia meminta ada penambahan luas kawasan industri di sekitar pelabuhan. “Dengan demikian, kawasan Pelabuhan Makassar bisa mencakup Pelabuhan Penumpang, Pelabuhan Peti Kemas, kawasan industri, pelabuhan perikanan rakyat di Paotere dan Galangan Kapal PT. IKI, yang kesemuanya menjadi terintegrasi,” demikian Indroyono.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here