Menko Perekonomian: Sistem Logistik Indonesia Masih Rugikan Petani

0
348
ilustrasi pengiriman barang (bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan masukan kepada Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. Masukan dari Menko Perekonomian itu berisi cara memperbaiki struktur pasar khususnya untuk perdagangan dalam negeri. Menurut Menko, sistem logistik Indonesia masih merugikan petani.

Menko mengusulkan agar Kementerian Perdagangan mengembangkan business aggregator untuk berbagai komoditas. Pengembangan tersebut selaras dengan semangat Kementerian Perdagangan dalam melakukan modernisasi infrastruktur perdagangan. Masukan tersebut disampaikan Menko karena menurut beliau ada yang luput dari perhatian instansi itu selama ini, yakni mengenai struktur pasar dan aktornya.

“Warisan sistem logistik kita terus terang saja adalah warisan yang agak eskploitatif terhadap petani. Petani kopi itu menyekolahkan anak saja susah dulu, tapi eksportirnya kaya-kaya kan? Kok bisa?” kata Darmin dalam pidato kunci di rapat kerja Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Lebih lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia itu menceritakan pengalamannya sejak kecil, di mana kesimpulannya ternyata para petani tidak sejahtera sebab harga ditentukan oleh pembeli besar. Ketidakmampuan petani mengakses informasi soal harga membuat harga yang diterima petani sangat rendah.

“(Masalah) Ini bisa dipotong oleh business agregator. Tidak perlu yang besar-besar. Karena pakai IT itu enggak perlu kelompok besar. Ini pasti bisa mengefisiensikan logistik, jaringan perdagangan kita,” ucap Darmin, seperti dilansir kompas.com.

“Kemendag ini adalah yurisdiksi Anda. Kita perlu mengetahui siapa aktornya. Sadarkah kita kalau yang menguasai jaringan peternakan atau pakan ayam mungkin hanya dua pemain besar?” kata dia lagi.

Selain business aggregator, kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga diharapkan bisa dikembangkan untuk mengefisiensikan mata rantai pasokan dari desa ke kota.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here