Menperindag: Dibutuhkan Pelabuhan Alternatif untuk Dukung Kelancaran Arus Logistik

0
389
ilustrasi pelabuhan (poskotanews.com)
ilustrasi pelabuhan (poskotanews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Untuk mencapai pertumbuhan industri yang pesat dibutuhkan kelancaran logistik ke pelabuhan. Karena itu, pelabuhan alternatif dibutuhkan sebagai pendukung kelancaran arus logistik tersebut.

Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam Rapat Kerja Kemenperin 2015, yang diselenggarakan pekan lalu, mengatakan selama ini masalah transportasi dan logistik menjadi persoalan yang belum teratasi dan masih dikeluhkan dunia usaha. “Persoalan kemacetan, logistik dan transportasi ini memang belum terselesaikan. Ada usulan pembangunan pelabuhan di Cilamaya, tetapi semua saya serahkan ke Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan,” kata Saleh, sebagaimana dilansir poskotanews.com.

Menurutnya, persoalan kemacetan ini sudah lama dikeluhkan dunia usaha terutama di sekitar Jawa Barat yang mau melakukan ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok. “Mereka mengeluhkan logisitik menuju Tanjung Priok yang biasa bisa 3 kali jalan sekarang hanya menjadi sekali jalan akibat kemacetan parah.” Karena itu perlu pembangunan pelabuhan alternatif agar pertumbuhan industri bisa tetap terjaga. Dengan begitu, semua sektor bisa tumbuh baik,makin bagus dan mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Dalam kesempatan itu, Saleh memaparkan, kelancaran logistik ini penting untuk mendukung pengembangan investasi di dalam negeri. Nilai investasi PMDN sektor industri non-migas pada sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 59,03 triliun atau meningkat sebesar 15,37% dari tahun 2013 dan memberikan kontribusi sebesar 39,93% dari total investasi PMDN tahun 2014. Sedangkan nilai investasi PMA sektor industri non-migas mencapai 13,02 milyar dolar AS atau menurun sebesar 17,9% dan memberikan kontribusi sebesar 45,63% dari total investasi PMA tahun 2014.

Pada 2015, lanjutnya, tantangan semakin berat ditambah masih adanya ketidakpastian ekonomi global. Namun, Kemenperin terus melakukan berbagai upaya untuk melaksanakan pembangunan industri nasional dengan sasaran utama berupa, pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebesar 6,1-6,8%, jumlah tenaga kerja sektor industri sebanyak 15,5 juta orang, kontribusi ekspor sektor industri mencapai 67,3%, dan nilai investasi sektor industri sebesar Rp 270 Triliun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here