Meski Ada Kritik, Kementerian BUMN Tetap Berusaha Semaksimal Mungkin Agar Proyek Infrastruktur Berjalan Baik

0
26
ilustrasi pembangunan infrastruktur (koran-sindo.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengerahkan semua sumber daya agar pengerjaan proyek infrastruktur terutama di daerah terpencil dapat berjalan dengan baik.

Kendati demikian, Rini mengakui bahwa selalu saja ada kritik dan masukan yang diberikan, terutama anggapan publik bahwa BUMN terkesan memonopoli proyek infrastruktur. Bahkan, kritikan tersebut datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Suatu kali Pak Wakil Presiden bilang, Kamu bisa berikan (proyek pengerjaan infrastruktur) juga ke yang lain (kontraktor non BUMN),” ujar Rini di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (28/9).

Rini menjelaskan memang tidak mudah bagi investor atau pihak swasta untuk terlibat dalam pengerjaan proyek infrastruktur. Butuh dana dan komitmen yang kuat untuk menggarap proyek, mengingat masih cukup banyak hambatan, semisal pembebasan lahan.

Untuk itu, proyek-proyek dengan risiko besar dan berada di daerah terpencil akan diambil BUMN agar target pembangunan pemerintah dapat tercapai.

“Investor butuh kepastian. Kalau mereka tidak dapat kepastian soal pembebasan lahan, mereka tidak akan mulai bekerja,” kata Rini.

Namun, menurutnya, jika pembangunan infrastruktur telah selesai dan visible, proyek – proyek tersebut tentu akan ditawarkan ke pihak swasta untuk dikelola lebih lanjut.

“Kalau sudah selesai akan kita tawarkan ke pihak lain, ke investor baik dalam negeri maupun luar negeri. Seperti Bawen-Salatiga sekarang ada Astra (perusahaan swasta),” tegasnya, seperti dilansir merdeka.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY