Meski Akui Masih Banyak PR, Kadin Siap Hadapi Tantangan di Sektor Transportasi dan Logistik

0
275
Kadin menilai konektivitas di Batam-Bintan-Karimun masih buruk, sehingga membutuhkan peningkatan infrastruktur pelabuhan. Foto: Istimewa

Jakarta – (suaracargo.com)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengakui, masih banyak pekerjaan rumah pada sektor transportasi yang harus diselesaikan untuk menghadapi tantangan pada 2017. Meski demikian, Kadin menyatakan kesiapan mereka, khususnya untuk sektor transportasi dan logistik.

Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Kadin Bidang Perhubungan, menyatakan bahwa sektor transportasi merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sektor transportasi menyumbang 5,18% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2016, dan pertumbuhan rata-rata sektor tranportasi per tahun di atas 7% atau lebih besar dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan.

“Setelah melewati masa sulit beberapa tahun terakhir, tentunya kami berharap 2017 akan memberikan angin segar bagi sektor transportasi dan logistik,” katanya lewat keterangan tertulis, Kamis (19/1/2017).

Kadin mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mendorong terjadinya peningkatan konektivitas dan infrastruktur Indonesia. Berdasarkan Global Competitiveness Report, peringkat Indonesia pada seluruh komponen (infrastruktur, jalan, transportasi laut, transportasi udara dan kereta api) membaik pada 2016 jika dibandingkan 2015, kendati masih berada di bawah beberapa negara Asean lain.

Namun, hingga kini sektor transportasi masih menghadapi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera diselesaikan, seperti pada kondisi transportasi jalan yang kerap mengalami kemacetan serta sarana dan prasarana yang belum memadai, kereta api yang masih mengalami keterbatasan kapasitas angkut. Begitu pula sektor transportasi laut yang masih menghadapi tantangan produktivitas bongkar muat yang masih rendah, dan transportasi udara yang masih mengalami beberapa hambatan regulasi.

Carmelita mengatakan keberhasilan pembangunan sektor transportasi menjadi tugas bersama antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat. Dia berharap seluruh elemen bangsa berkontribusi secara konstruktif mencari solusi efektif dan berkelanjutan dalam membangun transportasi di Indonesia pada masa yang akan datang.

“Ini adalah tugas bersama untuk memberikan kontribusi demi kemajuan transportasi nasional,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Di sisi lain transportasi sebagai bagian dari rantai pasok logistik memiliki peran penting dalam tatanan ekonomi nasional. Untuk itu, pembenahan sektor transportasi perlu dilakukan dengan mengedepankan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien.

“Peran transportasi yang terintegrasi dan efisien akan mendorong peningkatan daya saing nasional, sekaligus memperlancar ketersediaan komoditas strategis yang bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya, seperti dilansir

Belum efisien dan terintegrasinya sistem transportasi dikarenakan sistem transportasi yang masih berjalan secara parsial dan sektoral. Akibatnya berdampak pada besarnya biaya transportasi dalam struktur biaya logistik.

Ke depannya, Kadin Indonesia mendorong agar terjadinya sistem logistik dan transportasi yang terintegrasi dan efisien untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi pasar bebas saat ini.

Oleh karena itu, diperlukan pembenahan daya saing infrastruktur transportasi, peningkatan kapabilitas penyedia jasa logistik. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung juga menjadi penting seperti penerapan teknologi informasi untuk sistem layanan dokumen berbasis elektronik (electronic data interchange).

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY