Meski Dikecam, Praktek Penurunan Sapi dengan Selling Masih Berlangsung

0
642
ilustrasi pengangkutan sapi
ilustrasi pengangkutan sapi (lensaindonesia.com)

Surabaya – (suaracargo.com)

Meskipun Pemrov Jatim sudah membuat aturan pelarangan dan Gubernur Soekarwo sudah mengecam, namun praktik menurunkan sapi dengan cara digantung menggunakan seling dari kapal cargo KM Multi Karya I di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, tetap saja dilakukan, Rabu (8/7/2015) siang.

Demi alasan penghematan waktu, aksi sadis menurunkan muatan sapi dengan cara empat sapi diikat menggunakan kawat baja seling di bagian kepala lalu diangkat menggunakan crane tetap saja dibiarkan terjadi. pihak Otoritas Pelabuhan Tanjung Perak justru terkesan menyalahjkan pemerintah.

Kepala Seksi Fasilitas dan Pengawas Operasional Pelabuhan Tanjung Perak, Melfin Sirait, mengatakan penurunan sapi menggunakan seling bukan hal baru dan sudah sering terjadi. “Permasalahan seperti ini (penurunan menggunakan seling) sudah biasa terjadi dan gak usah kaget. Ini terjadi karena pemerintah tidak menyediakan kapal khusus pengangkut hewan,” dalihnya.

“Seharusnya media jangan hanya menyoroti permasalahan di Pelabuhan Tanjung Perak saja. Ttapi pelabuhan asal juga harus dikritisi karena disana (NTB), menurunkan sapi dengan menggunakan seling ini masih dilegalkan kok,” tambah Melfin Sirait sengit, seperti dilansir lensaindonesia.com.

Terkait adanya aturan Pemprov Jatim dan Gubernur tentang proses bongkar muat hewan menggunakan seling gantung, Melfin Sirait malah balik menantang. “Memang ada saksinya terkait aturan Pemprov itu, tidak ada kan?,” tantangnya.

 

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here