Meski Mampu Tembus Pasar Internasional, Kakao Pidie Masih Terkendala Pelabuhan

0
184
ilustrasi Kakao (goaceh.co)

Sigli – (suaracargo.com)

Komoniti kakao di Kabupaten Pidie, Aceh saat ini tembus ke pasar internasional khususnya Asia. Namun, para pengekspor mengakui bahwa usaha mereka terkendala ketersediaan pelabuhan.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindusterian, Perdagangan dan UKM Kabupaten Pidie, Idham kepada GoAceh, Rabu (15/3/2017).

Lanjut dia, harga kakao di Pidie saat ini antara Rp34.000 sampai Rp35.000 per Kg dan tentu saja lebih mahal harga di luar negeri. Sehingga, jika produk kakao tersebut diekspor ke daerah-daerah yang sudah ditentukan tadi, hasilnya akan sangat menjanjikan.

“Cuma kita kesulitan tidak ada pelabuhan dan terpaksa ke Belawan, Sumatera Utara. Ekspornya seperti ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong dan sejumlah negara lainnya di Asia,” jelasnya.

Lanjut Idham, kokoa tersebut sebelumnya juga pernah diekspor melalui pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, namun terkadang sesekali tidak aktif. Sehingga, pihaknya terpaksa mengekspor melalui Belawan meski biayanya lebih tinggi bila dibandingkan melalui Krueng Geukueh.

“Tapi untuk saat ini permintaan agak berkurang tidak seperti biasanya,” tegas dia, seperti dilansir goaceh.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY