Meski Rupiah Lemah, Bisnis Pengiriman Barang Tetap Meningkat

0
369
Ilustrasi pengiriman barang (Andika Panduwinata/wartakota.tribunnews.com)
Ilustrasi pengiriman barang (Andika Panduwinata/wartakota.tribunnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Walaupun nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS semakin melemah, namun nilai transaksi industri jasa pengiriman barang tetap meningkat. Hal ini disampaikan Managing Director 21Express, Fany Wyadi.

Fany menegaskan, iklim ekonomi secara umum belum tentu berdampak ke semua industri.

“Kalau melihat dari situasi pengiriman barang saat ini, ternyata tidak terlihat bahwa kondisi ekonomi kita sedang melemah. Justru beberapa pengiriman naik drastis, seperti pengiriman barang ritel,” ungkap Fany, pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (9/9).

Dia juga mengatakan, kebutuhan masyarakat masih tinggi, hal itu terbukti semakin berkembangnya pangsa pasar online shop atau e-commerce marketplace.

“Animo masyarakat untuk belanja online semakin besar. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah-daerah,” ungkapnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Selain itu, masyarakat saat ini tidak hanya menjadi konsumen. Banyak diantara mereka yang juga yang merambah bisnis online dan menjadi reseller. Dengan yang demikian, jasa kurir ritel akan terus berkembang.

21Express sendiri, yang selama ini fokus di bisnis yang bersifat business to business (B2B), tahun ini akan mengembangkan sayap dengan mengembangkan sistem keagenan di industri jasa kurir ritel (business to costumer/B2C). Mereka menargetkan mencapai 100 – 200 agen hingga akhir tahun, dengan nilai investasi di bawah Rp 5 juta per agen.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here