Meski Terkendala Infrastruktur, Pemain Bisnis e-Commerce Tetap Incar Konsumen Luar Jawa

0
320
Ilustrasi cargo (foto:istimewa)

Jakarta – (suaracargo.com)

Sejumlah pemain e-commerce lokal kini tengah mengincar konsumen di luar Pulau Jawa. Para konsumen di sana dinilai sangat potensial karena setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan meskipun sektor logistik pengiriman barang masih menjadi kendala.

Kusumo Martanto, CEO Blibli mengemukakan, pihaknya kini tengah fokus menggarap pasar di luar Pulau Jawa untuk menambah jumlah konsumen Blibli.

Dia mengatakan, sampai saat ini jumlah konsumen yang melakukan transaksi dari luar Pulau Jawa, seperti di Pulau Sumatera dan Indonesia Bagian Timur, hampir sama jumlahnya dengan konsumen dari Pulau Jawa yaitu sekitar 50%.

“Kami mencatat, konsumen yang berasal dari luar Pulau Jawa ada sekitar 50% dari total keseluruhan konsumen kami, sisanya dari Pulau Jawa,” tuturnya di sela-sela acara diskusi bersama Google di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Dia juga mengatakan, salah satu kendala yang kini dihadapi Blibli untuk menampung banyaknya transaksi pemesanan dari luar Pulau Jawa adalah logistik. Menurut Kusumo, biaya logistik yang harus di-cover oleh pihak Blibli untuk transaksi tersebut dinilai lebih besar jika dibandingkan dengan pengiriman di wilayah Jabodetabek.

“Nah, karena itu kami mencari banyak partner di luar Pulau Jawa, agar biaya pengiriman juga tidak terlalu mahal. Kami juga akan membuka werehouse di sejumlah wilayah untuk memudahkan konsumen,” katanya, seperti dilansir bisnis.com.

Hal senada juga disampaikan oleh GM Strategy and Communication Elevenia, Bayu Setiaji Tjahjono yang tahun depan memiliki rencana untuk mulai fokus menggarap pasar di luar Pulau Jawa yang dinilai sangat potensial.

Menurutnya, sampai saat ini konsumen Elevenia masih didominasi dari wilayah Jabodetabek dibandingkan dengan luar Pulau Jawa dengan komposisi 55% untuk Jabodetabek dan 45% untuk wilayah lainnya.

“Memang tahun ini konsumen kami masih didominasi dari wilayah Jabodetabek karena kalau di luar Pulau Jawa kan logistik harus dipikirkan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan tantangan yang kini dihadapi oleh pemain e-commerce lokal bukan hanya berasal dari sektor logistik, tetapi juga banyaknya pemain asing yang mulai masuk untuk bermain di Tanah Air. Kendati demikian, Bayu optimistis pemain lokal dapat memenangkan pasar karena memiliki pengetahuan tentang kearifan lokal di setiap wilayah dibandingkan dengan e-commerce asing.

“Memang saat ini banyak pemain dari luar yang lumayan aktif ya, tapi karena kami pemain lokal, jadi kami juga paham betul seperti apa pasar lokal, dibandingkan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan jumlah konsumen Tokopedia kini sudah mulai didominasi dari luar Pulau Jawa. Dia mengatakan, sebesar 60% konsumen Tokopedia berasal dari luar Pulau Jawa dan sisanya sekitar 40% berasal dari Pulau Jawa.

“Kami melihat saat ini pemerataan ekonomi sudah mulai terjadi ya, karena konsumen kami lebih banyak dari luar Pulau Jawa, jadi belanja online tidak hanya berfokus di wilayah Jabodetabek saja,” katanya.

Dia mengemukakan, tantangan yang kini dihadapi bagi pemain e-commerce saat ini adalah mengedukasi pasar agar percaya untuk membeli barang melalui online. Menurut William, konsumen Tokopedia kini lebih dominan melakukan pemesanan melalui smartphone yang menurut data APJII sebesar 63,1 juta orang mengakses Internet melalui smartphone.

“Memang kini konsumen dominan mengakses Tokopedia melalui smartphone-nya karena lebih mudah,” ujarnya.

DATA GOOGLE

Secara terpisah, Industry Head of Google Indonesia Hengky Prihatna mengemukakan, berdasarkan data Google, setiap orang melakukan akses Internet melalui web browser mobile selama 68 menit dalam satu hari. Angka ini sama dengan waktu seseorang menggunakan aplikasi di smartphone dalam satu hari.

“Jadi kalau digabung, lebih dari dua jam seseorang melakukan online melalui smartphone-nya untuk membuka web browser mobile dan aplikasi di smartphone,” tuturnya.

Menurut Hengky, penetrasi smartphone terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan setiap tahunnya. Google menyebutkan, pada 2013, penetrasi smartphone hanya sekitar 14%, kemudian tumbuh menjadi 28% pada 2014 dan pada 2015 penetrasi smartphone mencapai 43%.

“Angka ini akan terus bertambah setiap tahunnya, karena itu pemain e-commerce harus mulai memanfaatkan strategi bisnisnya melalui mobile smartphone,” katanya.

Dia juga mengatakan, hingga kuartal III/2016, ada sekitar lima e-commerce yang paling sering diakses oleh pengguna smartphone. Menurut Hengky, urutan nomor satu paling sering diakses konsumen adalah Lazada, disusul oleh Tokopedia, Bukalapak, Elevenia dan terakhir e-commerce Blibli.

“Kelima brand e-commerce ini paling sering dikunjungi oleh konsumen melalui smartphonenya,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY