Minim Fasilitas, Pelabuhan Marapokot Sepi Aktivitas

0
238
Dermaga pelabuhan Marpokot di Kabupaten Nagekeo merupakan pintu masuk laut ke kawasan Kapet Mbay   (kupang.tribunnews.com)
Dermaga pelabuhan Marpokot di Kabupaten Nagekeo merupakan pintu masuk laut ke kawasan Kapet Mbay
(kupang.tribunnews.com)

Mbay – (suaracargo.com)

Tidak ada listrik, tidak ada air bersih, dan hanya disinggahi satu kapal dalam sebulan dengan satu lintasan, Marapokot (Nagekeo-NTT) – Tanjung Bira (Bulukumba-Sulawesi Selatan). Itulah sekilas gambaran tentang Pelabuhan Penyeberangan Marapokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Dengan kondisi yang ada sekarang ini, pelabuhan yang dibangun tahun 2004 silam dan dikelola Pemerintah Kabupaten Nagekeo itu menjadi sepi dari aktivitas. Lalu lintas manusia dan barang yang melalui pelabuhan ini juga sangat minim.

Kepala Seksi Lalulintas dan Angkutan Penyeberangan Pelabuhan laut Maropokot, Laurensius Da Costa yang ditemui di Pelabuhan Selasa (26/5/2015), mengatakan, selama ini penerangan di Pelabuhan Penyeberangan Marapokot masih menggunakan generator. Persediaan air bersih di pelabuhan itu pun sampai saat ini belum dilayani jaringan air PDAM.

Hal yang paling diperlukan untuk mendorong kapal-kapal penyeberangan dan kapal roro masuk ke pelabuhan itu, Laurens mengatakan, adalah perbaikan fasilitas pelabuhan serta penambahan lintasan. Selama ini, kata Laurens, Pelabuhan Penyeberangan Marapokot hanya dilayani satu kapal untuk satu lintasan. Itupun, kata Laurens, hanya untuk lintasan perintis yakni Marapokot – Selayar dan Bira, bukan lintasan bisnis. “Lintasan tersebut tidak terlalu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di Mbay dan Nagekeo pada umumnya, karena lintasan itu bukan jalur perdagangan sehingga aktivitas barang dan jasa keluar masuk di pelabuhan sangat minim. Bira sendiri terletak di Bulukumba, di ujung Sulawesi Selatan. Jarak dari Makasar sekitar 400 km,” kata Laurens, sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com.

Menurut Laurens, kalau ingin memacu pertumbuhan ekonomi di Pelabuhan Marapokot maka pemerintah harus bisa membuka lintasan penyeberangan baru yang merupakan jalur perdagangan. “Kalau bisa buka lintasan penyeberangan Sape-Marapokot karena lintasan tersebut merupakan jalur perdagangan. Jika lintasan ini dibuka, pertumbuhan ekonomi di Nagekeo akan meningkat karena barang yang keluar dan masuk dapat membantu para pedagang kita di Mbay,” demikian Laurens melanjutkan.

Satu hal lagi yang dibutuhkan di Pelabuhan Marapokot, tambah Laurens, yakni pemecah ombak (break Water) yang berfungsi mengamankan kolam labuh. Pasalnya, pada saat tertentu atau cuaca kurang baik terjadi ombak dan arus kencang yang berdampak pada ketidaknyamanan berlabuh bagi kapal penyeberangan yang menyinggahi pelabuhan tersebut

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY