Modus Praktik Curang Petugas di Pelabuhan

0
646
Pelabuhan Penyeberangan Semaja, Kecamatan Siemanggaris, Kabupaten Nunukan. (Tribun Kaltim / Niko Ruru)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Dugaan praktik curang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Balikpapan-Penajam. Bentuk kecurangan yang dilakukan oknum petugas itu adalah menjual kembali tiket yang sebelumnya telah dibeli atau dipakai pengguna para jasa penyeberangan.

Selain penggunaan tiket bekas, ada pula laporan kecurangan oknum petugas kapal yang menarik uang nyeberang tidak di loket, melainkan di atas kapal. Diduga, aksi tersebut melibatkan oknum-oknum petugas di pelabuhan sehingga sulit terdeteksi.
Menurut sumber Tribun yang enggan disebutkan namanya, praktik curang tiket seperit itu telah berjalan beberapa bulan terakhir.

Ia mengatakan, Tribun bisa membuktikan praktek ilegal tersebut dengan melihat antrean kendaraan truk yang biasa parkir mengular di luar pelabuhan. Selanjutnya, mengikuti antrean tersebut sampai masuk ke dalam kapal.

“Truk biasa masuknya bersamaan. Lihat saat mereka masuk kapal, biasa ada petugas yang ambil tiket mereka tapi tidak disobek, tiket itulah yang nantinya dijual kembali,” kata pria yang bekerja di salah satu operator kapal kepada Tribun, Rabu (12/10/2016) lalu.

Ia sendiri berani mengatakan, praktik paling parah terjadi di Pelabuhan Penajam. “Kalau di PPU malah masuk tidak pakai tiket, nanti mereka bayarnya di atas kapal,” katanya.

Kecurangan ini, menurut sumber tersebut, melibatkan banyak pihak termasuk operator pelabuhan yang memiliki kewenangan paling besar.

Dikemukakan pula oleh sumber itu, pihak yang paling dirugikan dalam hal ini adalah negara karena retribusi penyeberangan tak masuk secara maksimal.

Selain itu, pengguna jasa penyeberangan juga dirugikan karena jika terjadi insiden dalam perjalanan tidak ada pihak yang berani bertanggung jawab.

Dengan adanya informasi terkait praktik jual tiket bekas tersebut, Tribun mencoba menelusuri langsung ke lapangan dan mencoba bertanya ke beberapa pengguna jasa penyeberangan.

Pengamatan Tribun, setiap kapal diberi waktu sekitar 20 menit untuk bongkar muat kendaraan, setelah itu harus kembali jalan. Dari data setiap harinya ada 14 kapal ferry dari 6 perusahaan yang beroperasi di pelabuhan tersebut.

Perjalanan kali ini, Tribun fokus memperhatikan kendaraan angkutan barang dan sesekali kendaraan angkutan penumpang (bus). Terlihat sebelum masuk, petugas keluar dari pos di pintu dermaga mendatangi satu-persatu kendaraan yang masuk ke kapal dengan memintanya mengeluarkan tiket dan menyobeknya.

Jika kendaraan pribadi, petugas hanya meminta tiket dan meminta langsung ke kapal. Saat semua kendaraan telah masuk ke kapal, Tribun mencoba mengaja bicara sopir truk. Seorang sopir, sebut saja bernama Agung, mengaku dalam perjalanan mengangkut pupuk dari Balikpapan menuju Penajam.

Rekannya, Ari, sopir truk yang mengangkut semen dari gudang di Km 13, Balikpapan Utara dibawa ke Penajam Paser Utara sesuai pemesanan.

Terkait beredarnya tiket bekas, Agung membenarkan. Menurutnya aktifitas curang tersebut bukan hal baru dan telah berjalan beberapa bulan belakangan. Agung sendiri mengaku pernah mengalaminya.

Dia curiga dengan tiket yang ia dapat dari loket yang kondisinya tak seperti layaknya tiket baru. Tampilan tiket itu lecek (kusut), sehingga membuat Agung curiga bahwa itu tiket bekas.

Penjualan kembali tiket yang telah dipakai, menurutnya, karena petugas yang biasa menyobek tiket sebelum kendaraan masuk kapal kadangkala tak melakukan tugasnya sesuai prosedur.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here