Mulai 1 Maret, Inspeksi Peti Kemas Karantina Dilaksanakan di Terminal Bongkar Priok

0
368
Ilustrasi kegiatan pengangkutan peti kemas di pelabuhan (foto ilustrasi: Istimewa / koran-sindo.com)
Ilustrasi kegiatan pengangkutan peti kemas di pelabuhan (foto ilustrasi: Istimewa / koran-sindo.com)

Jakarta – (suarcarago.com)

Kegiatan pemeriksaan fisik peti kemas impor (inspeksi peti kemas) terhadap barang-barang yang wajib diperiksa oleh Karantina di Pelabuhan Tanjung Priok, akan dapat dilakukan di terminal bongkar atau lapangan terminal peti kemas.Pemeriksaan tersebut akan mulai dilaksanakan di sana mulai tanggal 1 Maret 2015.

Kepala Seksi Pengawasan Karantina Tumbuhan Balai Karantina Pertanian Pelabuhan Tanjung Priok, Ihsan Nugroho mengatakan, instansi karantina tidak mengenal penjaluran barang impor. Pemeriksaan dilakukan instansi karantina berdasarkan klasifikasi barang low risk, medium risk dan high risk.

“Barang impor yang masuk kategori high risk akan diperiksa karantina di luar pelabuhan atau gudang importir. Adapun yang low risk dan medium risk dilaksanakan inspeksi oleh petugas karantina di lokasi terminal bongkar atau terminal peti kemas,” ujarnya kepada Bisnis.com, di sela-sela peringatan HUT ke-17 TPK Koja, Kamis (26/2/2015).

Dia lalu mengatakan, mulai 1 Maret 2015, kegiatan pemeriksaan peti kemas wajib karantina kategori low risk dan medium risk dapat dilakukan di terminal bongkar TPK Koja. “TPK Koja menjadi pilot project dalam hal ini, dan ke depan diharapkan juga dapat dilakukan di JICT,” ucapnya, sebagaimana dilansir bisnis.com.

Ihsan juga mengatakan pilot project di TPK Koja untuk inspeksi karantina itu sesuai dengan semangat bersama bahwa inspeksi Karantina mesti dilakukan di depan sebelum barang impor mengurus dokumen pengeluaran barang atau clearance kepabeanan. Hal ini, kata dia, juga telah sesuai dengan rekomendasi hasil rapat di Menko Perekonomian, rekomendasi Ombudsman RI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia menjelaskan, saat ini inspeksi peti kemas karantina dengan status low risk dan medium risk dapat diselesaikan kurang dari satu hari. “Di Priok, saat ini terdapat sekitar 150 petugas pemeriksa Karantina,” paparnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here