Mulai Besok, Kemenhub Tetapkan Kapal LCT Hanya Untuk Barang

0
513
Ilustrasi Truk Barang  (sindonews.com)
Ilustrasi Truk Barang
(sindonews.com)

Banyuwangi – (suaracargo.com)

Kementerian Perhubungan RI, mulai Selasa, 3 Maret 2015, menetapkan bahwa kapal barang atau landing craft tank (LCT) benar-benar hanya untuk barang. Kebijakan itu berarti, awak seperti sopir dan kernet dilarang berada bersama truknya di kapal itu pada setiap penyeberangan yang dilakukan.

“Kapal LCT hanya untuk armadanya saja,” kata Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Pelabuhan Ketapang Saharuddin Koto, Senin, 2 Maret 2015, sebagaimana dilansir tempo.co.

Di Pelabuhan Ketapang, Saharuddin menjelaskan, awak truk harus menyeberang terpisah dengan kapal motor penumpang di dermaga ponton. Kebijakan tersebut, kata Saharuddin, sesuai Maklumat Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor 16/1/DN-IJ tanggal 23 Januari 2015.

PT ASDP mulai memberlakukan kebijakan itu besok (03/03/2015) pada pukul 08.00 WIB dengan melibatkan TNI AL dan kepolisian. Namun, Saharuddin belum bisa memastikan dampak kebijakan itu terhadap kelancaran arus penyeberangan. Setiap harinya, kata dia, ada 1.700-2000 truk melakukan penyeberangan di Selat Bali tersebut.

Wakil Kepala Syahbandar Pelabuhan Ketapang Widodo menjelaskan, kebijakan tersebut dikeluarkan demi keselamatan para penumpang itu sendiri. Kapal LCT memang sejatinya hanya berfungsi untuk mengangkut kendaraan atau barang. “Tak layak kalau mengangkut penumpang,” katanya.

Namun, kebijakan itu diperkirakan malah bisa membuat antrean kapal makin panjang karena jumlah kapal LCT yang lebih banyak (15 unit) ketimbang kapal penumpang (12 unit). Antrean bisa terjadi karena truk yang muatannya akan dibongkar muat di kapal LCT harus menunggu kedatangan supir yang menyeberang memakai kapal penumpang yang jadwal keberangkatannya lebih lambat ketimbang LCT. “Tiga kapal LCT berangkat, satu kapal penumpang baru berangkat,” kata Widodo.

Saat ini saja antrean kapal yang akan sandar di dermaga membutuhkan waktu 40 menit hingga 1 jam. Hal itu disebabkan jumlah kapal yang beroperasi setiap harinya sebanyak 32 unit. Sedangkan jumlah dermaga hanya enam unit. “Itu pun idealnya jumlah kapal hanya 24 unit,” kata dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here